SINGARAJA, BALI EXPRESS- Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng menjadi sasaran STKIP Agama Hindu Singaraja dalam melaksanakan agenda pengabdian masyarakat tahun 2023. Kampus yang beralamat di Jalan Pulau Timor, No. 24 Banyuning, Singaraja ini melakukan penyuluhan, yoga dan praktik keagamaan.
Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja Dra. Ni Nyoman Suastini, M.Ag mengatakan kegiatan pengabdian ini didanai dari bantuan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Tahun 2023. Pengabdian ini dilaksanakan selama empat hari, terhitung 29 Juni sampai 2 Juli 2023.
Selama pengabdian masyarakat dilaksanakan, ada sejumlah materi yang diberikan kepada masyarakat. Di antaranya peningkatan kesehatan lahir dan batin baik secara jasmani maupun rohani melalui yoga, peningkatan sradha dan bakti, peningkatan dan pemertahanan nilai-nilai sosial religius melalui praktik sarana upakara.
Tercatat ada 50 orang peserta yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Mereka berasal dari Kelompok PKK, kader Posyandu, Posbindu, kader lansia, guru-guru. Petugas kesehatan, pedagang hingga sarati banten.Bahkan pesertanya berasal dari beragam kelompok usia.
Para peserta diajari tentang beragam kegiatan atau praktik yoga. Mulai dari Surya Namaskar, Candra Namaskar dan gerakan lainnya. Gerakan yang diajari tak hanya bertujuan untuk menjaga tubuh menjadi bugar. Tetapi juga menjadi sarana pelemasan otot dan bertujuan untuk melakukan penyembuhan.
“Praktik yoga diberikan dengan tujuan untuk kian memasyarakatkan yoga di kalangan masyarakat. Apalagi yoga ini terbukti memberikan dampak positif bagi Kesehatan. Tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga lansia,” jelas Suastini.
Sedangkan pelatihan sarati banten lebih menekankan pada pemaknaan tentang sarana bebantenan serta makna filosofisnya. “Melalui narasumber, kami ingin memberikan pemahaman terkait makna dari masing-masing komponen bebantenan, sehingga secara filosofisnya semakin didalami,” imbuh Suastini.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selama kegiatan peserta sangat aktif dalam bertanya maupun menanggapi beragam materi yang diberikan oleh narasumber. Suastini pun mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI. Sehingga kegiatan ini bisa terselenggara. Bahkan ia berharap kedepannya terus bisa disinergikan antara pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Dirjen Bimas Hindu, Kementrian Agama RI yang sudah membantu mendanai kegiatan pengabdian ini melalui anggaran tahun 2023. Tentu kami berharap kegiatan ini terus berlanjut menyasar kegiatan lain, dan tentu tujuannya untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat,” tutupnya. (*)