BADUNG, BALI EXPRESS- Jelang Hari Raya Galungan, umumnya masyarakat Hindu di Bali akan melaksanakan pemotongan babi. Pemotongan babi dilaksanakan pada penampahan atau sehari sebelum Galungan.
Baca Juga: Kasus Pencurian di Bali; 4 Maling Gasak Barang Toko di Kuta, Hasilnya Dipakai Sewa PSK dan Mabuk
Untuk memastikan kesehatan kelayakan konsumsi daging babi, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung melaksanakan pemeriksaan ke sejumlah ternak babi.
Hal tersbut pun dibenarkan oleh Kadisperpa Badung I Wayan Wijana, saat dikonfirmasi Minggu 30 Juli 2023.
Menurut Wijana, pemeriksaan babi tersebut penting dilakukan sebelum dan sesudah pemotongan. Pemeriksaan ini dilakukan sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2023, yakni pada hari penampahan Galungan.
“Ini untuk memastikan kesehatan babi dan daging yang dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Wijana.
Pemeriksaan disebutkan menyasar seluruh desa di Kabupaten Badung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Wijana membeberkan, telah dilakukan terhadap 1.127 ekor babi. Dari hasil pemeriksaan seluruhnya dalam keadaan sehat.
“Di Kuta Selatan 30 ekor babi, Kuta 36 ekor babi, Kuta Utara 94 ekor, Kecamatan Mengwi 334 ekor babi, Abiansemal 396 ekor babi, dan Petang 237 ekor babi,” bebernya seraya menyatakan pemeriksaan akan terus berlanjut.
Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan melibatkan 50 orang dokter hewan. Dalam pemeriksaan ini juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.
Sehingga Disperpa mendapatkan bantuan sebanyak 100 orang mahasiswa. “Tim sudah kami berikan pembekalan dan sudah mulai turun sejak 29 Juli kemarin,” ucapnya.
Sebelumnya, Disperpa Badung pun melaksanakan kegiatan serupa sebelum Hari Raya Galungan pada Desember 2022.
Pemeriksaan telah dilakukan terhadap 1.045 ekor babi. Pemeriksaan terhadap ternak babi dilakukan secara meraton.
Pemeriksaan antemortem dan postmortem dilakukan pada bagian organ dalam hewan. Seperti hati, limpa, dan paru.
Jika tidak ditemukan penyakit, maka daging babi tersebut layak untuk dikonsumsi.
“Kegiatan ini rutin dilaksanakan. Kami berharap daging yang dikonsumsi masyarakat Badung aman. Sehingga tidak terserang penyakit usai mengkonsumsi daging babi tersebut,” ungkapnya. (*)