SINGARAJA, BALI EXPRESS- Jika ada orang hilang di Bali biasa dicari dengan menempuh berbagai cara.
Selain melakukan pencarian secara sekala biasa juga dibantu dengan jalur niskala.
Salah satu yang biasa dilakukan dengan menggunakan gambelan baleganjur. Bila berjodoh, maka berbagai jalan yang ditempuh itu bisa menemukan titik terang.
Seperti yang dilakukan terhadap Gede Sedana, 80 dikabarkan menghilang dari rumah. Pria tua yang konon sudah linglung itu diketahui tidak berada di rumah sekitar pukul 02.00 wita, Senin (14/8) lalu.
Sebelum dinyatakan hilang, kakek yang tinggal di Dusun Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng itu pun masih terlihat di rumah.
Pada hari sebelumnya, sekitar pukul 07.00 wita, Kakek Sedana tampak beraktivitas seperti biasa.
Ia melihat buku, buang air dan berjalan-jalan dalam rumah. Keluarga pun tidak menaruh curiga dan tidak melihat tanda-tanda Kakek Sedana akan hilang.
Pihak keluarga berusaha mencari hingga mengecek kamera pengawas untuk mengetahui aktivitasnya.
"CCTV sudah dicek juga tapi sama sekali tidak ada, tidak terlihat. Kami juga sudah melakukan pencarian di sekitar rumah. Siapa tahu ada di luar, karena sudah linglung, lupa jalan pulang. Tapi tetap tidak ada," ujar Kepala Basarnas Buleleng, Dudi Librana, Kamis (17/8) pagi.
Pencarian terhadap lansia ini juga telah dilakukan dengan berbagai cara.
Tim SAR Buleleng bersama masyarakat desa melakukan pencarian dengan menyusuri jurang-jurang yang ada di sekitar Desa Petandakan. Namun tidak membuahkan hasil. Begitu juga dengan pencarian di tempat-tempat terpencil dan di pelosok.
Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, pencarian dengan Baleganjur (alat musik tradisional Bali) juga dilakukan pihak keluarga.
Hal itu dimaksudkan untuk memanggil makhluk halus agar mengembalikan seseorang yang mungkin disembunyikan.
Lagi-lagi, upaya itu tidak berhasil. Kakek Sedana tetap belum ditemukan.
Hingga pencarian hari ketiga, Kamis (17/8) tim SAR juga belum menemukan tanda-tanda.
Pencarian akan dilakukan dari Desa Patas menyusuri jalan umum Singaraja-Lovina. Kemudian menyusuri jalan tengah di wilayah Anturan hingga berakhir di Desa Petandakan.
"Tempat-tempat yang sering dikunjungi kakek itu juga sudah kami cek, tidak ada. Kemungkinan terperosok ke jurang ada, tapi setelah dicek ke jurang-jurang tidak ada jejak-jejak terperosok. Jadi hingga saat ini belum ditemukan," kata dia.
Editor : I Putu Suyatra