Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus Bunuh Diri di Bali; Usai Video Call, Wanita Muda di Jembrana Gantung Diri, Ini Kronologi dan Motifnya

Gede Riantory Warmadewa • Jumat, 18 Agustus 2023 | 01:37 WIB

OLAH TKP: Tim Inafis Polres Jembrana melakukan olah tkp gantung diri di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis(17/8).
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Jembrana melakukan olah tkp gantung diri di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis(17/8).

JEMBRANA, BALI EXPRESS - Kasus bunuh diri di Bali kembali terjadi. Kali ini dengan cara gantung diri.

Hal itu terjadi di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (17/8) dini hari.

NKLY, 27 seorang Wanita tergantung di kusen jendela kamarnya menggunakan kain selendang motif warna warni.

Baca Juga: Bukan Ketua DPRD atau Ketua Fraksi, Ini Anggota Dewan Buleleng Dengan Harta Kekayaan Tertinggi Versi LHKPN

Korban ditemukan pasca salah seorang temannya datang ke rumah korban memberitahu pihak keluarga jika korban mengaku ingin bunuh diri saat video call dengannya.

Dari data yang diperoleh Bali Express (Jawa Pos Group), sebelum ditemukan tergantung, pada hari Rabu (16/8) sekitar pukul 17.00 Wita korban berpamitan kepada ibu tirinya, Ni Made Darwini, 49 untuk mencari bunga.

Kemudian, sekitar pukul 23.30 Wita korban pulang kerumah dan sempat mengobrol dengan berdua dengan adiknya I Ketut Alit Juli Pratama, 20.

Kepada sang adik, korban sempat mengatakan kecewa terhadap seorang laki-laki yang menipunya sebesar Rp 2 Juta.

Setelah selesai mengobrol, korban kemudian masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar adiknya.

Sedangkan adik korban pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi adik korban kembali ke kamarnya dan tidak melihat ada hal yang mencurigakan dari dalam kamar korban.

Kemudian, sekitar pukul 00.30 Wita, Kamis (17/8) teman korban bernama Dewi Sri yang diketahui berasal dari Desa Penyaringan datang ke rumah korban dan memberitahukan kepada keluarga korban bahwa dirinya sempat di video call oleh korban yang mana mengatakan ingin bunuh diri.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bali; Seorang Wanita asal Menanga Meninggal, Begini Kronologinya

Setelah mengetahui hal tersebut, keluarga korban secara bersama-sama masuk ke kamar korban dengan mendobrak pintu yang terkunci dari dalam. 

Setelah pintu berhasil didobrak, mereka melihat korban telah tergantung di kusen jendela dengan menggunakan kain selendang motif warna warni.

Mendapati hal tersebut, keluarga korban secara spontan melepaskan tali ikatan dan sempat mencoba memberikan pertolongan terhadap korban serta merebahkan korban di atas kasur kamar korban.

Selanjutnya, ayah korban I Nyoman Yudiasa, 52 menghubungi Bhabinkamtibnas Pohsanten dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mendoyo.

"Dari hasil pemeriksaan olah TKP, korban murni meninggal dunia karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainya. hanya saja terdapat luka bekas jeratan di leher melingkar teraba kaku. Pihak keluarga menolak untuk diotopsi dan menerima dengan ihklas musibah ini,” pungkas Kapolsek Mendoyo Kompol I Putu Suarmadi.

MALAH DILEPAS:  WNA asal Korasia,  Petar BR alias Deda yang diduga dilepas oleh Imigrasi.
MALAH DILEPAS: WNA asal Korasia, Petar BR alias Deda yang diduga dilepas oleh Imigrasi.
GENERASI EMAS: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya Rini Indriyani bersama para pelajar seusai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Taman Surya.
GENERASI EMAS: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya Rini Indriyani bersama para pelajar seusai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Taman Surya.
Editor : I Putu Suyatra
#bali #bunuh diri #jembrana