Tak Berbarengan dengan PKB, Tahun Ini Utsawa Dharmagita XXXI Digelar Mandiri
Putu Agus Adegrantika• Selasa, 29 Agustus 2023 | 02:48 WIB
RAPAT : Kadisbud Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha saat memimpin rapat persiapan Utsawa Dharmagita di kantornya,Senin (28/8).
DENPASAR,BALI EXPRESS - Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali akan melaksanakan kegiatan lomba membaca atau melantunkan kidung suci yang dikemas dalam Utsawa Dharmagita XXXI tahun 2023 tingkat Provinsi Bali. Utsawa Dharmagita mengangkat tema Segara Kerthi “Samudera Kehidupan Susastra Hindu Bali” .
Jika sebelumnya, ajang ini ditumpangkan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), namun berbeda tahun ini akan digelar secara mandiri.
"Utsawa Dharmagita ini merupakan event yang sangat penting. Utsawa Dharmagita itukan murni lomba, sehingga menjadi contoh yang sangat bagus sekali, sehingga kegiatan ini kita kemas secara khusus,” kata Kepala Disbud Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha disela-sela rapat persiapan di kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Senin (28/8).
Dikatakan, Bali juga selalu mengikuti Utsawa Dharmagitha di tingkat nasional, sehingga ajang ini menjadi persiapan mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional yang digelar setiap tiga tahun sekali. Karena itu, Disbud selalu mengadakan seleksi di tingkat Provinsi Bali sebanyak dua kali, kemudian mengikuti lomba ditingkat nasional sekali.
“Dulu, alasan didomplengkan di PKB karena tidak ada yang menontonnya,” sebut mantan Rektor ISI Denpasar itu.
Akademisi asal Tabanan ini kemudian mengatakan, agar ajang ini bisa berdiri sendiri, memang harus menggarap penonton dengan serius.
Karena itu, pelaksanaan Utsawa Dharmagita yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan melibatkan penyuluh bahasa Bali yang tersebar di seluruh daerah di Bali.
“Kita memiliki penyuluh Bahasa Bali sebanyak 600 orang tersebar di seluruh Bali itu akan menggarap penontonnya. Mereka, kan memiliki banyak anak binaan, baik di SD, SMP ataupun di tingkat SMA. Mereka kami harapkan untuk bisa membantu, sehingga ajang ini bisa menjadi ajang lomba juga edukasi pusat pembelajaran Dharmagita,” ujarnya.
Utsawa Dharmagita ini merupakan event yang sangat bagus, karena sebagai ajang untuk belajar sastra agama lewat tembang. Bahkan, sangat lengkap yang semuanya ada, mulai dari sekar alit sampai sekar agung. Termasuk ada palakwaya, bahkan menambah nyanyian keagamaan Hindu itu baru semacam nyanyian rohani.
“Maka itu, Dharmagita ini event budaya, sehingga kami kemas tersendiri. Artinya tidak berbarengan dengan PKB, justru dibuat berdiri sendiri,” tegasnya.
Kalau ditingkat nasional Dinas Kebudayaan melibatakan Kementrian Agama, nah dalam hal ini Disbud sudah bersinergi dengan Kanwil Kementrian Agama.
“Sebut saja pada dua tahun lalu, ketika Utsawa Dharmagita Nasional yang diadakan di Bali, sehingga kita sharing biaya dengan Kementrian Agama. Kanwil yang membiayai penginapannya, Disbud membiaya tenaga pelatihnya termasuk menerjunkan Lembaga Bahasa dan Widyasabha ke kabupaten kota,” jelasnya. (*)