Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tingkatkan Kualitas dan Kinerja, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tabanan Dibina

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 2 September 2023 | 15:41 WIB
PEMBINAAN : Pembinaan Penyuluh Agama Hindu Agama Hindu Non-PNS Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Sabtu (2/9).
PEMBINAAN : Pembinaan Penyuluh Agama Hindu Agama Hindu Non-PNS Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Sabtu (2/9).

BALI EXPRESS -  Sebanyak 61 penyuluh agama Hindu non-PNS di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tabanan diberikan pembinaan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Sabtu (2/9).

Pembinaan  yang digelar sehari itu diharapkan menjadi bekal bagi penyuluh saat turun ke lapangan. Sehingga ketika adanya pertanyaan berkaitan dengan keagamaan, para penyuluh mampu menerangi atau memberi penjelasan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Putu Arsana, S.Ag., M.Si, menjelaskan, penyuluh agama di Tabanan  terdiri dari

penyuluh agama Hindu non-PNS, dan penyuluh berstatus ASN terdiri dari penyuluh PPPK dan penyuluh PNS.

“Pembinaan ini diberikan kepada kelompok penyuluh  agama Hindu non-PNS yang tergabung dalam Pokjaluh. Setiap tahun selalu diadakan pembinaan. Setiap kali pembinaan, mohon nilai dan materi yang diberikan narasumber bisa diaktualisasikan saat bertugas di masing-masing wilayah,” jelas Ida Bagus Putu Arsana.

Dia juga memohon penyuluh yang bertugas di lapangan menghimpun masukan dari masyarakat, kemudian disampaikan ke Pokjaluh.

“Kalau ada masukan dari masyarakat mohon dihimpun, diskusikan lewat Pokjaluh, carikan penyelesaiannya,” imbuhnya.

Disebutkan juga, untuk mendengarkan dharma wacana pada zaman sekarang ini, khususnya generasi muda, sangat minim. Sehingga ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh penyuluh di lapangan saat bertugas.

Ida Bagus Putu Arsana  berharap materi penyuluhan disesuaikan dengan sasaran dan potensi yang ada di masyarakat. Salah satunya menggunakan teknologi yang ada, seperti handphone.

Dengan demikian penyampaian materi dapat dilaksanakan secara kombinasi.

“Tentu ini harus ada  materi dengan sumber referensi  dan bahasanya yang lugas, serta materinya dapat tersampaikan kepada kelompok sasaran,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#penyuluh #dibina #agama Hindu #kinerja #non-PNS