Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Program Satu Desa Satu TK Negeri Jadi PR, Sony : Ada TK yang Harus Belajar di Aula Setelah Dinegerikan

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 3 September 2023 | 22:15 WIB
TEMUAN : Aggota DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata saat mendapati ada TK Negeri di Nusa Penida yang harus belajar di Aula UPT Disdik.
TEMUAN : Aggota DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata saat mendapati ada TK Negeri di Nusa Penida yang harus belajar di Aula UPT Disdik.

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Program Satu Desa Satu TK Negeri disebut-sebut menjadi program unggulan dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Namun nyatanya banyak TK Yayasan yang kini dinegerikan justru fasilitasnya berkurang.

 

Hal itu pun menjadi perhatian dari anggota DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata. Menurutnya masih ada hal yang menjadi PR dan harus diperhatikan oleh pihaknya di DPRD Klungkung. Yaitu banyak TK yang dulu masih dibawah naungan yayasan justru memiliki fasiitas yang lengkap dan terjamin. Dibandingkan dengan setelah statusnya dinegerikan.

 

 

Bahkan pihaknya menemukan ada satu TK Negeri di Sampalan, Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung yang harus belajar di aula UPT Dinas Pendidikan Klungkung. “Gabung antara TK A dan TK B, karena fasilitas gedung mereka direlokasi untuk fasilitas umum. Dan mereka diberikan mempergunakan fasilitas UPT Dinas Pendidikan,” ungkapnya Minggu (3/9).

 

Sejatinya UPT Dinas Pendidikan itu terdiri atas aula dan satu ruangan. Hanya saja satu ruangan yang semestinya bisa dijadikan ruangan kelas kondisinya sangat memprihatinkan. Atapnya bocor dan ada bagian plafon yang jebol.

 

“Dan saat kami cek disana dipergunakan untuk gudang yang isinya garam produk-produk program juga atau yodiumisasi untuk pegawai pemerintahan. Ya mungkin sesuai semangat dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, tapi dalam pola dari pemerintah oleh pemerintah untuk pegawai pemerintah,” imbuhnya berkelakar.

Sementara, disebelah gedung UPT Dinas Pendidikan yang dimanfaatkan oleh TK tersebut, saat sedang ada pembuatan taman. Bukan pembuatan gedung sekolah atau sarana pendidikan yang sejatinya sangat dibutuhkan.

 

“Ya semoga saja di taman tersebut diberi sarana bermain anak yang juga bisa dimanfaatkan TK. Sehingga bisa mengobati rasa resah melihat keseriusan Klungkung dalam mengelola pendidikan. Termasuk resah dan kesal karena di KUA PPAS 2024 mandatory spending atau anggaran wajib cuma dibuat 19,8 persen yang seharusnya 20 persen,” papar politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Sony itu.

 

 

Ia pun berharap agar pemerintah serius menangani hal tersebut untuk kemajuan pendidikan Kabupaten Klungkung.

 

“Terlebih pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan daerah yang akan membekali anak cucu kita menghadapi persaingan yang keras dan semakin ketat kedepannya. Kita ini cuma menjalankan titipan anak cucu,” tandas Ketua DPC Demokrat klungkung itu. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#DPRD #bali #negeri #tk #fasilitas #klungkung #artison andarawata