Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Utsawa Dharmagita XXXI Akan Dibuka Gubernur Bali, Diikuti 282 Peserta

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 3 September 2023 | 23:18 WIB
Ketua Widyasaba Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Surada MA.
Ketua Widyasaba Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Surada MA.
 
 
 
 
DENPASAR, BALI EXPRESS - Pembukaan Utsawa Dharmagita (UDG) XXXI bakal berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Senin (4/9). Dijadwalkan Gubernur Bali Wayan Koster akan membuka ajang sastra dan agama Hindu ini yang berlangsung selama tiga hari hingga 7 September 2023. 
 
 
 
 
UDG yang mengangkat tema Segara Kerthi “Samudera Kehidupan Susastra Hindu Bali” diikuti oleh kabupaten dan kota di Bali, kecuali Kabupaten Buleleng yang tak mengirimkan wakilnya, alias absen pada Utsawa Dharmagita yang kini mulai digelar secara mandiri.
 
 
 
Ketua Widyasaba Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Surada MA mengatakan, pelaksanaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali tahun 2023 ini menyajikan materi lomba yang sangat lengkap, sesuai dengan materi ditingkat nasional. 
 
Baca Juga: Tak Berbarengan dengan PKB, Tahun Ini Utsawa Dharmagita XXXI Digelar Mandiri
 
 
Menampilkan semua materi ini, karena akan dilanjutkan dalam ajang Utsawa Dharmagita tingkat nasional tahun 2024 yang akan digelar di Prambanan Jawa tengah. 
 
 
“Kepastian pelaksanaan ajang tersebut berdasarkan surat yang sudah turun dari Dirjen Bimas Hindu RI,” ucapnya disela-sela gladi persiapan pembukaan UDG di Taman Budaya, Minggu (3/9).
 
 
Lomba yang diutsawakan di Bali untuk tahun 2023 ini sangat lengkap. Bahkan, termasuk melombakan materi yang tidak dilombakan di tingkat nasional, yaitu kidung dan geguritan. 
 
 
 
“Kedua materi ini, tak termasuk dilombakan di UDG tingkat nasional, hanya saja terjemahan masing-masing lomba tetap mempertahankan Bahasa Bali. Artinya, semua terjemahannya bahasa Bali, termasuk menghaval sloka,” papar Wakil Rektor I UHN IGB Sugriwa ini.
 
 
 
Semua itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Bali yang bertujuan untuk meningkatkan peran bahasa Bali merupakan bahasa utama untuk di Pulau Bali. 
 
 
Baca Juga: Badung Intensifkan Pembinaan Peserta Utsawa Dharma Gita
 
 
“Meskipun nanti pemenang-pemenang dalam mengikuti lomba tingkat Provinsi Bali akan merubah terjemahnnya untuk ditingkat nasional menjadi bahasa Indonesia. Inilah semangat regenerasi yang memang luar biasa,” ucapnya senang.
 
 
 
Materi yang dilombakan untuk di tingkat nasional ada 10, yaitu Membaca Sloka (tingkat anak-anak, remaja dan dewasa) menggunakaan Bahasa Sansekerta yakni membaca sloka yang dikutif dari Weda (mantra-mantra weda), Palawakya yaitu membaca prosa yang dikenal sebagai bentuk Parwa (tingkat remaja dan dewasa), Kekawin menggunkan puisi Jawa Kuno (tingkat remaja dan dewasa), dan lomba Lagu Keagamaan yang diikuti peserta tingkat remaja.
 
 
 
Ada pula lomba menghafal sloka yang diambil dari sloka-sloka yang ada dalam kita suci besar, yaitu Bhagawadgita dan Sarasamuscaya (tingkat anak, remaja dan dewasa), serta lomba yang baru, yaitu lomba debat agama yang disebut Dharma Wiwada. Lomba ini termasuk lomba terbaru ditingkat pusat tahun 2023 ini. 
 
 
 
“Utsawa itu memiliki visi bagaimana umat Hindu Indonesia mempertahankan metode tatacara untuk menghayati ajaran agamanya, yakni dengan metode dharmagita, seperti sloka, palawakya termasuk gegurita dan kidung,” jelasnya.
 
 
 
Lanjut Prof. Surada ajaran-ajaran agama dikemas di dalam sastra-sastra tersebut untuk nantinya disampaikan kepada umat sesuai dengan kemampuan kompetensi yang dimiliki oleh umat. 
 
 
 
“Orang belajar agama lewat kekawin dan geguritan juga bisa. Apalagi, bisa memahami sloka. Jadi itu namanya belajar agama dengan metode berjenjang sesuai dengan kemampuannya," jelasnya.
 
 
 
Sebab orang bisa belajar tatwa melalui geguritan saja, karena mereka tak mengerti bahasa kawi, tetapi mengerti dengan bahasa Bali karena geguritan itu menggunakan Bahasa Bali. 
 
 
 
"Kalau orang yang sudah meningkat, bisa belajar agama melalui makekawin, itu karena mereka sudah mengerti Bahasa Jawa Kuno, Bahasa Kawi, sehingga nantinya mereka bisa memahami tatwa, susila dan lain-lainnya,” terangnya.
 
 
Baca Juga: Gelar Utsawa Dharma Gita Bagi Difabel, Jaya Negara Ikut Matembang
 
 
 
Perjalanan UDG di Bali hingga ke 31 ini, Prof. Surada melihat motivasi dan antusiasme anak-anak, terutama para remaja cukup luar biasa. Termasuk, juga UDG tahun 2021 di tingkat nasional, dimana Bali sebagai juara bertahan mesti itu dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga piala UDG tingkat nasional sudah berturut turut 3 kali diraih Bali. “Tahun depan ini, kemungkinan pialanya baru, karena itu semangat kita,” ujarnya.
 
 
 
Sebagai Pembina LPDG Nasional, Prof. Surada melihat Bali menjadi tolak ukur bagi peserta dari 32 Provinsi di Indonesia. Apalagi untuk lomba tahun 2023 ini diikuti sebanyak 33 provinsi. “Mereka bahkan celeteh, kalau Bali tampil tak mungkin kita dapat juara 1. Sebegitunya antusias generasi kita untuk belajar tradisi sastra yang diwarisi oleh leluhur kita,” sebutnya.
 
 
 
Sementara Plt. Kabid Sejarah dan Dokumentasi Kebudayaan Disbud Provisni Bali, I Wayan Ria Arsika mengatakan, untuk UDG tahun 2023 ini jumlah peserta dari seluruh Bali yang ikut sebanyak 282 orang. 
 
Hal itu menunjukan antusias generasi muda dalam mencintai budaya leluhur yang memang penting. Karena itu, segala persiapan sudah dilakukan untuk menyambut ajang budaya terkait dengan pembelajaran agama Hindu ini. “Dari segi tempat pelaksanaan UDG XXXI ini, sudah siap,” tutupnya. (*)
 
 
 
DEKAT: Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Gregorius Sri Nurhartanto. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
DEKAT: Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Gregorius Sri Nurhartanto. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
TERBUKA: Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Edy Suandi Hamid. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
TERBUKA: Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Edy Suandi Hamid. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #Utsawa Dharmagita #budaya #Art Center