MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemkab Badung masih belum dapat mengambil kebijakan terkait turunnya harga babi di pasaran. Namun vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus digencarkan. Hal ini dilakukak untuk mencegah bertumbuhnya PMK pada hewan ternak, salah satunya babi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung I Wayan Wijana mengatakan, vaksinasi PMK akan terus digencarkan. Bahkan capaian vaksinasi dosis pertama telah emncakup seluruh polulasi hewan. “Vaksinasi akan tertus kita gencarkan, dengan harapan tidak ada penyakit PMK yang menyerang ternak,” ujar Wijana, Minggj (3/9).
Menurutnya, untun vaksinasi dosis kedua kini telah mencapai 54.870 ekor hewan. Jumlah tersebut pun hampir 100 persen, sebab populasi ternak rentan PMK mencapai 57.763 ekor. “Untuk bosster, sudah mencapai 28.836 ekor hewan. Ini rerus kita gencarkan terutama pada peliharaan masyarakat yaitu sapi dan babi,” ungkapnya.
Wijana pun membeberkan, populasi hewan rentan PMK di Badung, yakni 30.243 ekor sapi, 769 ekor kambing, dan 19.503 ekor babi. Dari jumlah ini seluruh populasi babi di Badung telah menerima vaksinasi booster.
"Untuk babi kita sudah melebihi target, mengingat populasi babi terus bertambah. Dari awalnya target 19.503 ekor kini sudah di vaksin 24.627 atau 126 persen," jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan, vaksinasi booster ini dilakukan setelah hewan ternak mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Kemudian penyuntikan vaksinasi booster dilakukan dalam rentang waktu enam bulan setelah vaksinasi kedua.
"Kita sudah memberi tanda dengan memasangkan ear tag yang di telinga ternak jika sudah divaksin. Penandaan kita harapkan mempermudah masyarakat. Sehingga masyarakat dapat membeli ternak yang sudah tervaksin," paparnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana