Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ternyata Begini Arti Penglipuran, Desa Wisata Terbersih di Dunia yang Jadi Favorit Wisatawan

I Putu Mardika • Minggu, 17 September 2023 | 02:45 WIB
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.

BANGLI, BALI EXPRESS- Nama Penglipuran sudah mendunia. Keindahan desa wisata yang berada di Kabupaten Bangli, Bali ini memang tidak terbantahkan, ditambah lagi dengan pengelolaan yang begitu apik.

Hal itu membuat wisatawan berdatangan ke Penglipuran. Penglipuran menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bangli.

Imbasnya, Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu sumber pendapatan Kabupaten Bangli.

Keseragaman angkul-angkul pekarangan membuat Desa Adat Penglipuran menjadi paripurna.

Ukuran yang sama dan posisi yang rapi semakin menguatkan sebagai desa wisata.

Keberadaan angkul-angkul ini pun kemudian menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang datang ke sana.

Tak sedikit wisatawan yang berfoto di angkul-angkul itu.

Desa Adat Penglipuran dari berbagai sumber diyakini sudah ada sejak zaman Bali Mula.

Masyarakat setempat mengakui bahwa leluhur mereka berasal dari Desa Bayunggede di Kecamatan Kintamani, Bangli.

Konon, kata Penglipuran ini berasal dari kata Lipur yang artinya menghibur hati.

Jadi Penglipuran artinya tempat untuk menghibur hati sambil bekerja di ladang.  

Lama-kelamaan, kata Lipur ini menjadilah Penglipuran yang kini menjadi tempat tujuan wisatawan.

Nama Penglipuran mengandung makna pengeliling pura, sebuah tempat suci untuk mengenang lelulur.

Konon penduduk Penglipuran pernah diminta bantuannya oleh raja Bangli untuk bertempur melawan Kerajaan Gianyar.

Keberanian itu membuat penduduk desa diberikan jasa oleh raja Bangli berupa tanah yang lokasinya sekarang disebut Desa Adat Penglipuran yang secara di dinas berada di wilayah Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. 

Desa Adat Penglipuran berkembang dari tradisi yang dibawa dari kebudayaan Bali Aga.

Seiring dengan masuknya zaman Bali Aga perkembangan kebudayaan dengan membentuk benda-benda alam dalam susunan yang harmonis dalam fungsinya menjaga keseimbangan manusia dengan lingkungannya.

Banyak bangunan di desa terbersih di dunia ini menggunakan bahan bambu. Klian Adat Penglipuran Wayan Budiarta menjelaskan banyaknya bangunan yang dibuat dari bahan bambu di Desa Penglipuran bukanlah tanpa alasan.

Salah satunya karena desa ini memiliki hutan bambu. Luasnya mencapai 45 hektare.

Hutan bambu itu kini dikemas menjadi tempat yang asyk untuk dikunjungi.

Beberapa kegiatan untuk menarik wisatawan digelar di hutan bambu. (*)

Editor : I Made Mertawan
#Penglipuran #desa wisata #desa terbersih di dunia