DENPASAR, BALI EXPRESS - Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali menggelar pengabdian masyarakat di wilayah Kelurahan Pedungan, Denpasar. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pemberdayaan dan kemandirian kesehatan ibu dan anak.
Pengabdian digelar sebagai implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni Pengabdian Kepada Masyarakat memang secara rutin dilaksanakan oleh Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali.
Kegiatan PKM dilakukan sebagai bentuk pengabdian dosen dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Ketua Tim Pengabdian, Ni Komang Tri Agustini, menjelaskan, kegiatan dilakukan pada tanggal 18 sampai 19 September 2023 kemarin.
“Pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM). Berfokus pada implementasi metode komplementer untuk kemandirian kesehatan,” jelas Tri Agustini.
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan yang dilakukan mulai dari pelatihan dan sosialisasi mengenai metode komplementer pada Kader. Kemudian pelatihan dan pendampingan Kader tentang peracikan ramuan herbal tradisional. Pelatihan dan pendampingan Kader untuk meningkatkan layanan komplementer seperti teknik pijat pada ibu, pijat bayi, akupresure.
“Selain itu juga ada terciptanya budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) di keluarga,” imbuhnya.
Ni Komang Tri Agustini yang merupakan dosen ITEKES Bali ini pun menyampaikan bahwa masalah kesehatan ibu dan anak harus menjadi prioritas. “Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi prioritas saat ini. Permasalahan yang terjadi lebih berfokus pada perilaku kesehatan dan kemandirian kesehatan,” tegas perempuan berparas ayu ini.
Tri Agustini juga menambahkan bahwa beberapa metode dilakukan dalam kegiatan tersebut. “Saat ini penggunaan metode komplementer seperti mind body practice, ramuan herbal, akupresur menjadi pelengkap kesehatan. Bagi ibu dan anak bisa dilakukan pijat bayi, massage pada ibu maupun yoga dan penggunaan ramuan herbal,” tegasnya.
Ditambahkan bahwa seringkali proses pembuatan ramuan herbal tidak dibarengi oleh penggunaan takaran yang sesuai atau diskusi ke tenaga kesehatan. Sehingga penting untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini.
“Lokasi mitra dalam kegiatan ini adalah Kelurahan Pedungan. Pemilihan lokasi ini atas dasar hasil survey masalah yang dialami diantaranya terdapat perilaku kesehatan berisiko, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penggunaan obat tradisional dan belum optimalnya layanan komplementer,” pungkas Tri.
Sehingga tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pembentukan Kampung Komplementer ini mengatasi permasalahan yang dialami oleh mitra. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan Kader dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai layanan komplementer, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui peningkatan kemandirian kesehatan.
Kegiatan ini pun disambut baik oleh Lurah Pedungan Bapak I Kadek Ermanto, S.Sos. Pembukaan kegiatan ini diwakili oleh Kasi PM dan Kesra yakni Ibu Dewi Setyawati, SE yang menyambut positif kegiatan ini.
“Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan anak juga keluarga dan diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh perwakilan tim Puskesmas IV Denpasar Selatan, Kader PKK dan Posyandu Balita, ibu yang memiliki balita, Kader Posyandu Lansia dan masyarakat di Kelurahan Pedungan,” pungkasnya.
Selain diketuai oleh Ns. Ni Komang Tri Agustini, S.Kep., M.Kep, tim juga didampingi oleh Apt. Lia Puspitasari, S.Farm., M. Biomed (ITEKES BALI), Ns. Ni Putu Dita Wulandari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J (STIKES BINA USADA BALI) dan dan dibantu oleh Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan dan Prodi Sarjana Farmasi Klinik dan Komunitas ITEKES BALI. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana