BALI EXPRESS - Akun media sosial Ary Ulangun kembali membeberkan bukti dugaan intimidasi yang dilakukan Jero Dasaran Alit kepada terduga korban berinisial NCK. Dugaan intimidasi dilakukan Jero Dasaran Alit dengan mendesak NCK meminta maaf terkait tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan kepadanya.
Melalui akun media sosial Facebook Ary Ulangun, Jumat (29/09), pria bernama lengkap I Gede Ary Suardika ini mengunggah sebuah capture chat yang diduga dikirimkan oleh Jero Dasaran Alit kepada perempuan berinisial NCK.
Dalam chat tersebut berisi desakan permintaan maaf terduga korban dan ancaman akan dilaporkan ke Polda Bali jika permintaan maaf tak kunjung dilakukan dalam waktu 24 jam.
“Saya kasi kamu kesempatan 24 jam untuk meminta maaf sebelum saya lanjutkan proses hokum ke Polda Bali,” isi chat yang diduga dikrim oleh oknum pemangku muda itu.
Pada chat selanjutnya, berisi dugaan jika terduga korban diperalat oleh seseorang yang bernama Ary.
Dalam chat, si pengirim bersedia memaafkan NCK dan menganggap bahwa tuduhan pelecehaan tersebut adalah kekhilafan jika NCK menyadari kesalahan dan meminta maaf.
“Kamu menuduh saya memperkosa, padahal kamu sendiri yang memegang bagian alat kelamin saya. Lalu menyuruh saya mematikan lampu, lalu memeluk saya. Jangan sampai orang tua =mu terlibat karena ini semua,” isi chat tersebut.
Menanggapi bukti chat yang diduga dikirimkan Jero Dasaran Alit kepada terduga korban NCK, Ary Ulangun pun menulis dalam keterangan postingan beberapa hal untuk menyimpulkan isi chat tersebut.
Salah satu poinnya, Ary Ulangun menyoroti pengakuan Jero Dasaran Alit yang mengakui adanya interaksi seksual dalam chat tersebut.
Hal ini bertolak belakang dengan klarifikasi kedua yang dilakukan Jero Dasaran Alit.
“Mengakui ada interaksi fisik julit mini pekingnya (yang dia sendiri juga sebut dalam live klarifikasi dan kemudian berubah lagi di live esoknya),” tulis Ary Ulangun.