BADUNG, BALI EXPRESS - Desa Adat Legian menggelar Ngaben dan Nyekah Masal setiap lima tahun sekali. Puncak pelaksanaan Ngaben masal kali ini pada 5 Oktober 2023 diikuti oleh 111 Sawa dan 165 Sekah.
Prawartaka Karya, I Nyoman Sumanata mengatakan, Ngaben Masal Ini merupaakan agenda lima tahunan dari Desa Adat Legian. Bahkan pelaksanaannya di tahun ini untuk yang kelima kalinya. Untuk Ngaben masal diikuti 111 Sawa dan Nyekah sebanyak 165 Sekah. “Puncak Ngaben dilaksnakan hari ini tanggal 5 Oktober dan Nyekah tanggal 14 Oktober,” ujar Sumanata.
Untuk rangkaian upacara dimulai dari digelar pecaruan pada 2 Oktober 2023 dilanjutkan 4 Oktober Ngajum dan Ngaskara serta pemeasan. Untjk pelaksanaan puncak Ngaben masal jam 13.00 Wita.
Pihaknya menyebutkan, pengabenan ini dilaksnakaan sesuai keputusan rapat desa adat. “Dengan Berama Sama melaksanakan ngaben dan nyekah ini sehingga akan snagat mempermudah warga untuk beryadnya,” ujarnya.
Terkait sumber biaya upacara, Sumanata menerangkan, dari beberapa sumber. Pertama dari kas desa, kedua penyisihan dari buku tabungan di LPD yang diambil setiap bulan yang terkumpul sebanyak Rp 450 juta. Selain itu juga ada dana Punia dari Pengusha dan masyatakat.
Untuk anggaran total yang dianggarkan dari Ngaben dan Nyekah Masal ini sebesar Rp 1,8 miliar Sedangkan untuk biaya peserta untuk per sawa ngaben dan nyemak kena biaya Rp 6,5 juta dan untuk Nyekah saja Rp 3,5 juta.
Bendesa Adat Legian, Anak Agung Made Mantra menambahkan Ngaben dan Nyekah Masal memang telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Ngaben masal ini teknis pelaksanaanya dimulai dengan paruman dan pembentukan panitia. Pihaknya pun menyebutkan ke depan akan dilakukan evalauasi karena kelahiran, kehidupan dan kematian menjadi tanggungjawab desa adat.
“Mudah mudahan apa yang direncanakan di desa adat ke depannya bisa terus ditingkatkan dan menjadi lebih baik serta sempurna sesuai harapan masyatakat,” paparnya. (*)