Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kuliner Bali Dijamin Nikmat, Blayag Mek Luh Disajikan dengan Dua Macam Kuah dan Bumbu Rahasia

Dian Suryantini • Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:53 WIB
BLAYAG: Luh Sumiati sedang menyajikan blayag dengan macam kuah di Banjar Segara, Desa Sembiran Bawah, Kecamatan Tejakula.
BLAYAG: Luh Sumiati sedang menyajikan blayag dengan macam kuah di Banjar Segara, Desa Sembiran Bawah, Kecamatan Tejakula.

BALI EXPRESS – Jika pernah berkunjung ke Buleleng, tentu pernah mendengar makanan khas Buleleng yakni Blayag.

Blayag merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, khususnya Buleleng.

Blayag yang sudah terkenal enak adalah Blayag Desa Penglatan.

Tetapi di wilayah lain juga memiliki kuliner sejenis namun berbeda cara penyajiannya.

Seperti halnya di Banjar Segara, Desa Sembiran Bawah, Kecamatan Tejakula, di tempat tersebut terdapat satu warung sederhana di pinggir jalan yang menjual menu blayag sejak tahun 2014 lalu.

Blayag di tempat ini disajikan dengan menggunakan kuah.

Apabila berkunjung ke desa ini, sempatkan mampir sejenak di warung sederhana milik Luh Sumiati, 58 yang akrtab disapa Mek Luh.

Warung Mek Luh menjual blayag dengan sajian dua kuah yang enak, yakni kuah ayam nyat-nyat dan kuah gulai ikan.

Pembeli bisa memilih, kuah mana yang ingin dicampurkan dengan blayag. Rasanya pun tak kalah nikmat.

Terbukti dengan selalu ramainya yang ingin membeli blayag di warung Mek Luh. Banyak yang sengaja datang untuk menyantapnya.

Rasa blayag yang khas dengan racikan bumbu tradisional membuat makanan ini banyak disukai pembeli.

Blayag yang dihidangkan terdiri dari tipat blayag, kacang atau kedelai, sayur kelapa, kuah ayam nyat-nyat serta sayur.

Rasa blayag bisa berbeda tergantung racikan bumbu pembuatnya.

Rahasia blayag Mek Luh terletak pada kuah ayam nyat-nyat yang dibuat dengan bumbu Bali atau base genep yang kaya rempah.

Rempah-rempah inilah yang menjadi kunci utama kelezatan blayag Mek Luh hingga terasa sangat nikmat.

 Baca Juga: Sloka 6 Kitab Sarasamuscaya: Kemahiran Bhagawan Wararuci Menemukan Intisari Kitab Mahabharata

Meski terkesan masakan sederhana, prosesnya membutuhkan waktu lumayan lama.

Bahkan tipat blayagnya pun biasanya direbus selama minimal 3 jam untuk matang sempurna.

Dengan harga Rp 10 ribu, blayag yang dijual Mek Luh tergolong porsi jumbo.

Selain itu, ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang diternak sendiri oleh Mek Luh dan suaminya Gede Taruna, 60.

 “Tiang (saya) pelihara sendiri. Pakai ayam kampung. Kalau pakai ayam broiler, rasanya kurang,” ungkap Mek Luh.

“Biasanya saya jual satu porsi itu Rp 10 ribu saja. Sudah lengkap sama lauk-lauknya juga. Saya kasi porsi jumbo. Kalau kasi sedikit, saya gak tega. Soalnya mereka juga perlu makan,” paparnya.

 Baca Juga: Profil Privat Mbarga: Orang Kedua yang Dinaturalisasi Timnas Kamboja Berkat Prestasinya

Selain menyajikan blayag dengan kuah ayam nyat-nyat, juga terdapat kuah gulai ikan.

Ikan yang digunakan adalah ikan segar yang baru ditangkap oleh nelayan di laut Tejakula, Buleleng. Pembeli pun bisa memilih campuran kuah yang diinginkan.

Jika beruntung, pembeli bisa mendapatkan telur ikan dengan protein tinggi yang turut dijadikan gulai oleh Mek Luh. 

 

Biasanya Mek Luh membuat blayag sebanyak 3 kilogram setiap harinya. Untuk jumlah itu, dia memotong ayam kampung 2 hingga 3 ekor, serta 1 ekor ikan cakalang segar.

Biasanya blayag yang dijual Mek Luh selalu ludes.

Di samping blayag, Mek Luh juga menawarkan sate ikan laut. 

Editor : Nyoman Suarna
#blayag #bumbu #Base genep #mek luh #warung #kuah