TABANAN, BALI EXPRESS- Setelah menggelar beberapa kali pertemuan, akhirnya Forum Perbekel yang wilayahnya terdampak rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Bali merasa lega.
Mereka sudah mendapat kepastian mengenai kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
Ketua Forum Perbekel terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, I Nyoman Arnawa menyebutkan bahwa dari informasi yang didapatnya dalam pertemuan Rabu lalu, dinyatakan rencana pembangunan tol akan terus berlanjut.
“Pembangunannya dipastikan terus berlanjut, namun dalam prosesnya nanti akan ada perubahan skema dalam prosesnya nanti. Namun dari pertemuan kemarin, prosesnya akan berlanjut,” jelas Arnawa.
Dengan adanya jaminan kepastian ini, Arnawa menyebutkan bisa mengobati kecemasan masyarakat terkait status lahan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi.
Setelah ada kepastian ini, Arnawa menyebutkan nantinya akan ada pertemuan lanjutan.
Dalam pertemuan lanjutan yang direncanakan pada akhir Oktober atau awal November 2023 akan ada pihak-pihak berwenang yang terkait langsung dalam rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi memberikan penjelasan kepada masyarakat terdampak.
“Dalam hal ini, kami hanya mendampingi saja, nanti untuk proses selanjutnya akan dijelaskan oleh pihak-pihak yang berkaitan," sebut Arnawa.
"Karena ini bukan ranah kami sehingga kami tidak berwenang untuk memberikan kejelasan,” tambahnya.
Sebelumnya, para perbekel yang desanya terdampak rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, baik dari Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung sudah dua kali melakukan pertemuan. Mereka juga sudah sempat bersurat ke Gubernur Bali.
Dalam pertemuan tersebut, para perbekel ini mewakili masyarakatnya mempertanyakan upaya untuk menagih informasi dan kepastian terkait kelangsungan proyek tol.
Kondisi ini disebabkan oleh banyak warga merasa merasa tidak nyaman dengan status tanah mereka yang terblokir ketika digunakan sebagai anggunan di bank. (*)
Editor : I Made Mertawan