TABANAN, BALI EXPRESS- Seorang kakek, Dewa Ketut Sudiarta,88, asal Banjar Riang Kubu, Desa Riang, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali dilaporkan hilang sejak Senin 16 Oktober 2023.
BPBD Tabanan baru menerima laporan kakek itu hilang pada Rabu 18 Oktober 2023.
Ada dugaan sang kakek jatuh ke jurang. Namun hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Hilangnya korban menurut keterangan pihak keluarga sejak Senin lalu. Korban sempat dilihat oleh keluarga pada Senin subuh, sekitar pukul 04.30 Wita di rumah korban di Banjar Riang Kubu, Desa Riang, Kecamatan Penebel,” ungkap Kalak BPBD Tabanan Nyoman Srinadha Giri, Kamis 19 Oktober 2023.
Dari keterangan pihak keluarga, korban memang sudah dalam kondisi pikun karena faktor usia.
Ia sering sering lupa jalan menuju ke rumahnya. Untuk kejadian korban tidak pulang ini pun, menurut keluarga sudah terjadi beberapa kali.
Namun hilangnya korban kali ini termasuk paling lama. Sehingga pihak keluarga memutuskan melapor ke pihak terkait.
“Menurut keterangan keluarga, korban sering lupa jalan pulang, namun pasti ada yang mengantarkannya pulang. Untuk kali ini, karena waktu hilangnya korban cukup lama, maka pihak keluarga melaporkan kehilangan korban,” terangnya.
Untuk aktivitas pencarian, Srinadha Giri menjelaskan pihak BPBD Tabanan yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polsek Penebel dan personil dari Kantor SAR Denpasar, sejak Rabu lalu terus melakukan pencarian.
Adapun target pencarian dengan melakukan penyisiran ke arah utara dan timur dari rumah korban.
Mulai dari menyusuri areal persawahan di sebelah timur dan kawasan perbukitan dan jurang di sebelah utara.
Selain itu, penyisiran juga dilakukan dari udara dengan menggunakan drone. “Pencarian dari udara dengan menggunakan drone dilakukan oleh tim dari SAR Denpasar, ini dilakukan karena area pada pencarian cukup luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Penebel AKP I Made Sutika menyebutkan hingga Kamis siang proses pencarian korban masih terus dilakukan.
Selain melibatkan tim SAR, pencarian juga dilakukan dengan media ritual.
Selain mencari korban menggunakan gong, pihak keluarga dikatakannya juga sudah menggelar upacara ngulapin sesuai kepercayaan umat Hindu di Bali.
“Pihak keluarga sudah melakukan upaya bertanya kepada orang pintar, hasilnya diketahui jika korban disembunyikan oleh wong samar. Hingga siang ini proses pencarian masih dilakukan bersama dengan tim gabungan SAR Denpasar dan BPBD Tabanan dan melibatkan pihak keluarga dan masyarakat,” katanya. (*)
Editor : I Made Mertawan