Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanah Longsor di Bangli Bali Tewaskan Pasangan Suami Istri, Begini Kronologinya

I Made Mertawan • Jumat, 1 Desember 2023 | 21:11 WIB
Polisi mendatangi lokasi tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem , Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali, Jumat 1 Desember 2023.
Polisi mendatangi lokasi tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem , Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali, Jumat 1 Desember 2023.

BANGLI, BALI EXPRESS- Tanah longsor di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, Bali meninggalkan duka.

Peristiwa tanah longsor Kamis, 30 November 2023 sekitar pukul 20.00 WITA itu menelan dua korban jiwa.

Korban meninggal dunia itu adalah I Wayan Suaba,63, dan istrinya Nengah Paris,60. Pasangan suami istri itu tak tertolong akibat tertimbun material tanah longsor yang menimpa rumahnya.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), sebelum kejadian wilayah itu memang diguyur hujan.

Tanah longsor dipicu pergerakan tebing setinggi 15 meter di belakang rumah yang ditempati kedua korban bersama seorang anaknya. Di sana juga tinggal kedua cucu korban.

“Belakang rumah korban merupakan bentangan sawah dan saluran air, diperkirakan saluran air tidak mampu menampung volume air sehingga tebing tanah menjadi labil,” tutur Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran I Wayan Wardana Kamis malam.

I Wayan Wiasa, anak korban menuturkan bahwa sebelum kejadian, wilayah itu diguyur hujan gerimis.

Lama-kelamaan, hujan semakin deras. Air mulai masuk ke pekarangan rumahnya.

Setelah hujan mulai reda, ia mendengar suara gemuruh yang ternyata tebing di belakang rumahnya longsor.

Tanah longsor menimpa rumah Wiasa bagian belakang. Di sana merupakan kamar tidur orang tuanya. Saat kejadian kedua korban sedang tidur-tiduran.

Sesaat setelah kejadian, Wiasa melihat tembok kamar orang tuanya sudah jebol dan tertimbun tanah setinggi hampir 1,5 meter.

Melihat kondisi itu, ia sudah pesimis orang tuanya bisa diselamatkan. Tak hanya tertimbun material longsor, air juga mengalir deras di sana.

Wiasa kemudian menengok ke kamar sebelah orang tuanya karena di sana ada salah satu anaknya juga sedang tiduran.

Tanah longsor menimbun sebagian tempat tidur anaknya. Anak perempuan berusia 16 tahun itu selamat dari maut, namun mengalami luka memar pada bagian kaki akibat kena reruntuhan.  “Anak yang terkecil, saat itu kebetulan sedang berada di WC,” ungkap Wiasa.

Korban meninggal dunia ditemukan setelah sekitar 2 jam dilakukan pencarian. Pencarian melibatkan BPBD Bangli, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, masyarakat sekitar dan pihak terkait lainnya. Setelah ditemukan, jenazah korban  langsung dibawa ke RSUD Bangli. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #pasangan suami istri #tanah longsor