Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pembersihan Alam, Upacara Bumi Sudha Digelar di Pura Watu Klotok

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 13 Desember 2023 | 02:15 WIB
PEMBERSIHAN : Prosesi Upacara Bumi Sudha yang digelar di Pura Watu Klotok, Selasa (12/12).
PEMBERSIHAN : Prosesi Upacara Bumi Sudha yang digelar di Pura Watu Klotok, Selasa (12/12).

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS -Tepat pada rahina Tilem Sasih Kaenem digelar Upacara Bumi Sudha di Pura Watu Klotok, Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa (12/12).

 

Upacara Bumi Sudha di Pura Watu Klotok dihadiri oleh perwakilan setiap desa adat di Bali.

 

 

Dalam upacara ini, perwakilan dari setiap desa adat di Bali mendapatkan sarana upacara seperti tirtha bumi sudha. Tirtha ini berasal dari Pura Batur mewakili danau, Pura Besakih mewakili Gunung, dan Pura Watu Klotok mewakili lautan. Serta tirta penawar, dan nasi tawur penukun jiwa.

 

Dimana prosesi dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Griya Pidada Sengguhan, Klungkung.

 

 

Melalui upacara ini, masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya menjaga perilaku manusia terhadap alam.

 

Baca Juga: Jelang Nataru dan Pemilu 2024, Tim Gabungan Razia Tempat Hiburan Malam di Bali

 

Panitia Upacara Bumi Sudja di Pura Watu Klotok, Dewa Ketut Soma mengungkapkan bahwa upacara Bumi Sudha ini secara sederhana dapat diartikan sebagai upacara pembersihan alam. Bukan hanya alam semesta raya (bhuana agung), namun juga diri manusia (bhuana alit).

 

 

"Mengingat mulai sasih keenam, kapitu, kaulu, sampai kesanga dikenal sebagai sasih mala atau kerap terjadi bencana atau wabah dalam sistem kalender Bali, " terangnya.

 

 

Ditambahkannya jika yang menjadi dasar ritual ini berdasarkan tiga sumber sastra, yakni lontar Roga Senghara Bumi, Tutur Babad Dewa dan Usadaning Sarwa Satru, untuk menyikapi segala fenomena alam yang terjadi selama setahun terakhir.

 

Lebih lanjut, menurutnya manusia kembali diingatkan bagaimana memaknai upacara ini, sebagai bentuk introspeksi diri. Karena baginya berbagai bencana dan wabah yang terjadi tidak semata-mata karena usia bumi yang sudah tua, tapi bagaimana prilaku manusia selama ini terhadap alam.

 

 

"Upacara ini kembali mengingatkan bagaimana umat menerapakan Tri Kaya Parisudha, berkata, berpikir dan berperilaku agar tetap baik. Bisa menyeimbangkan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga hubungan dengan tuhan, sesama manusia, dan alam. Kemudian menjaga alam semesta, Panca Maha Bhuta dengan laksanakan Panca Yadnya. Di Bali, dengan yadnya salah satu jalan penyembuhan alam semesta kita," tambahnya.

 

Tirta Parisudha yang diperoleh selanjutnya dipercikkan pada Banten Pengenteg Hyang, sedangkan Tirta Penawar dipercikkan ke semua mahluk yang terserang hama/penyakit.

 

 

"Semua diruwat dengan Tirta Penawar. Sementara Ajengan Tawur Penukun Jiwa, ditaburkan di pekarangan rumah untuk semua yang bernafas termasuk virus, dan bakteri, " tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Pura Watu Klotok #bali #alam #Tilem Kaenem #Bumi sudha #klungkung #pembersihan