Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anggota Komunitas Pecinta Alam Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Legian

I Gede Paramasutha • Rabu, 20 Desember 2023 | 18:06 WIB

Jenazah Ramandika dievakuasi dari bibir Pantai Seminyak untuk dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Jenazah Ramandika dievakuasi dari bibir Pantai Seminyak untuk dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
BADUNG, BALI EXPRESS - Pencarian terhadap anggota Komunitas Pecinta Alam bernama Ramandika Noptio Parery, 25, yang hilang terseret arus Pantai Double Six akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (19/12). Sayangnya pemuda itu ditemukan sudah tak bernyawa.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut menyampaikan, jenazah Anggota Pecinta Alam itu pertama kali ditemukan oleh pria bernama Joni Wahyono, 40, di Pantai Seminyak, Kuta, Badung. Kala itu, saksi ikut melaksanakan pencarian terhadap korban dari sekitar Pantai Legian menuju ke utara, pukul 22.40.

Baca Juga: Wayan Tirta Terpilih Aklamasi Pimpin Percasi Badung, Janji Tak Pilih Kasih

Beberapa saat kemudian, saksi melihat adanya jenazah mengapung sekitar satu meter dari bibir Pantai Seminyak, tepatnya sebelah selatan Tsunami Shelter berisi Patung Arjuna. "Posisi jenasah, kepala menghadap ke utara, menggunakan celana pendek warna hitam, tanpa baju dan tidak ada luka pada tubuhnya," ujarnya, Rabu (20/12).

Sehingga, Joni menginformasikan kepada rekan-rekan regu pencarian bahwa ada mayat yang ditemukan. Lalu, saksi bersama petugas BPBD Badung, serta teman korban kembali ke lokasi penemuan. Setelah dicek, teman maupun pihak keluarga memastikan bahwa sosok itu adalah Ramandika.

Berikutnya, tubuh tak bernyawa pemuda asal Tanggerang Selatan, Banten tersebut dimasukan dalam kantong jenasah. "Jenazah korban dibawa menggunakan ambulance BPBD Badung ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah (Sanglah) Denpasar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sorang pemuda bernama Ramandika Noptio Parery, 25, terseret arus di Pantai Double Six, Seminyak, Kuta, Badung, pada Senin (18/12) sore. Ramandika ke Bali bersama 11 orang lainnya yang tergabung dalam komunitas pecinta alam. Mereka berangkat bersama-sama menggunakan kendaraan Hiace dari Jakarta pada Rabu (13/12), dengan tujuan berwisata.

Baca Juga: Kado Tutup Tahun, Pemkab Buleleng Raih Penghargaan Parahita Ekapraya

Kemudian, komunitas pecinta alam tersebut mengunjungi Pantai Double Six pada Senin (18/12), sekitar pukul 15.00. Lalu, Ramandika bersama teman bernama Hermawan, 49, menuju ke arah laut untuk berenang. Sedangkan teman-temannya yang lain duduk duduk di pasir dan bangku kafe.

Berselang beberapa saat kemudian, Hermawan merasakan kakinya sudah tidak bisa menapak di pasir. Waktu itu jarak mereka sekitar 50 meter dari bibir pantai. Lantaran, ombak seperti membesar dan terasa menyeret, maka saksi berniat untuk menghentikan renangnya dan mengajak korban yang saat itu masih berenang dengan ceria untuk ke tepian.

Karena khawatir terjadi apa-apa, saksi tetap berjalan menuju ke tepian tanpa menoleh ke belakang. Akan tetapi sesampainya Hermawan di tepian, ternyata Ramandika sudah menghilang diduga terseret arus dan tenggelam sekitar pukul 17.00 wita.

Sehingga, saksi memberitahukan hilangnya pemuda asal Tangerang Selatan, Banten itu ke temannya yang lain. Lalu, mereka meminta bantuan Balawista untuk mencari korban. Satuan Polairud Polresta Denpasar yang menerima laporan kejadian ini pun datang ke TKP dan berkoordinasi dengan Basarnas Baki untuk turut mencari.

Salah satu teman korban bernama Muhammad Safi'i sudah memberitahukan perihal tragedi yang menimpa Ramandika kepada pihak keluarga melalui telepon. Sementara Hermawan telah membuat laporan ke Polresta Denpasar. Pencarian hingga pukul 00.00 wita, tidak membuahkan hasil. Sehingga dilanjutkan keesokan harinya pukuk 05.00 wita. (ges)

Editor : Wiwin Meliana
#komunitas pecinta alam #pantai legian #terseret ombak #meninggal