Menyadari hal tersebut, AWK pun buru-buru memberikan klarifikasi dan meminta maaf.
“AWK Memahami bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung dan berkeberatan, disampaikan permohonan maaf,” tulis AWK di akun Instagramnya dikutip pada Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Niluh Djelantik Sebut Pernyataan Provokatif AWK Tak Mewakili Rakyat Bali
Selain itu, AWK pun memberikan klarifikasi terkait potongan video dirinya yang viral itu. Melalui Instagram pribadinya @aryawedakarna. Menurutnya, video yang viral tersebut merupakan video yang sudah dipotong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Klarifikasi dan penjelasan Senator DPD RI atas potongan video rapat resmi DPD RI B65 dimasa Reses pada 29 Desember 2023 yang dipotong oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, AWK menyebut bahwa pihaknya ingin putra dan putri Bali diprioritaskan menjadi front liner Bea Cukai di Airport Ngurah Rai dan kepatuhan instansi apapun di Bali terhadap Perda Bali No. 2/2012 tentang Pariwisata Bali yang tegas dijiwai dan bernafaskan budaya Hindu.
Sebelumnya, Dalam video yang beredar, Ucapan Arya Wedakarna dianggap rasis lantaran menyinggung jilbab atau hijab yang dikenakan Muslimah. Ucapan Arya yang ingin agar pegawai asli Bali ditempatkan di meja depan melayani wisatawan dibandingkan pegawai yang memakai hijab menimbulkan kontroversi.
Baca Juga: Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Sentil Arya Wedakarna: Rasis Kali Bapak!
"Saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pake apa kek," ucap Arya dikutip Senin (1/1/2024).
Atas tindakan itu, warganet pun ramai-ramai mengecam pernyataan provokatif AWK. Bahkan warganet terpantau menggeruduk akun Instagram milik anggota DPD RI Bali itu.
Editor : Wiwin Meliana