Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AWK Dilaporkan Terkait SARA ke Polda Bali, Juga Didemo Umat Muslim

I Gede Paramasutha • Jumat, 5 Januari 2024 | 01:55 WIB
DEMO: Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat muslim melakukan demo terhadap AWK ke Kantor DPD RI Bali.
DEMO: Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat muslim melakukan demo terhadap AWK ke Kantor DPD RI Bali.

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Anggota Depan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa tengah menjadi perbincangan hangat belakangan ini, buntut pernyataan soal frontliner Bea Cukai Bandara di Bali yang tidak boleh memakai penutup kepala.

 

 

Bahkan, pria yang akrab disapa AWK itu sampai dilaporkan ke Polda Bali.

 

 

Tak hanya itu, umat muslim yang merasa tersinggung dengan ucapan AWK juga melakukan demo ke Kantor DPD RI Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar pada Kamis (4/1), sekitar pukul 10.30. Kabidhumas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan adanya laporan terhadap AWK ke Polda Bali.

 

 

Pelapornya adalah seorang pria bernama M Zulfikar Ramly. "Betul, laporan perihal menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) atau penodaan terhadap suatu agama sebagaimana Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 156a KUHP," beber Jansen.

 

 

Nantinya, kepolisian akan melakukan klarifikasi terhadap terlapor dan mendalami laporan tersebut. Sementara itu, terkait demo terhadap AWK ke Kantor DPD RI Bali, ada sekitar 200 orang yang hadir. Mereka tergabung dari berbagai elemen masyarakat muslim. Lalu, sebanyak 20 orang perwakilan dari massa aksi diterima masuk ke Kantor DPD RI Bali untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka mengecam dan mengutuk ucapan AWK. Sayangnya, AWK tidak ada di sana karena sedang menghadiri suatu kegiatan di daerah lain.

 

 

Koordinator lapangan massa aksi, Haskoro menyampaikan pernyataan AWK terkait kerudung atau penutup yang disebut tidak jelas dirasa oleh mereka telah menciderai, dan memecah belah umat. Maka dari itu, maksud kedatangan massa aksi adalah untuk meminta pertanggungjawaban, terutama dari sisi hukum.

 

"Kami tidak dapat membendung aspirasi dari teman-teman semua yang merasa tersakiti, terzalimi, pedih melihat dan mendengar apa yang disampaikan Arya Wedakarna. Tujuannya tidak macam-macam, tidak banyak, kami ingin apa yang disampaikan itu berujung pertanggungjawaban," ucap Hastoko.

 

 

Pihaknya menuntut agar AWK diproses secara hukum. Bahkan ia mengatakan, akan lebih baik jika akhirnya Anggota DPD RI Bali itu dicopot dari jabatannya.

 

 

 

Menanggapi adanya aspirasi tersebut, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Bali, Putu Rio Rahdiana mengatakan tuntutan-tuntutan dari elemen masyarakat muslim akan disampikan kepada AWK, serta ke Sekretaris Jendral DPD RI. "Apapun yang disampaikan oleh seluruh semeton akan kami catat dan akan kami sampaikan pada Arya Wedakarna. Dan akan kami tembuskan ke pusat. Itu yang saya dapat saya janjikan dan pasti akan saya laksanakan, untuk menindaklanjuti apa yang dituntut semeton sami," tandasnya.

 

 

Sedangkan, AWK yang coba dikonfirmasi via WhatsApp oleh Bali Express Jawa Pos Grup mengenai laporan dan demo terhadap dirinya belum memberikan respon. Sebagaimana diketahui, sebelumnya viral ucapan AWK yang meminta frontliner Bea Cukai di Bandara Ngurah Rai adalah gadis Bali yang tidak menutupi rambutnya dengan penutup-penutup tidak jelas.

 

 

"Saya mau gadis Bali yang kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih penutup-penutup yang gak jelas. This is not Middle East (ini bukan timur tengah). Enak aja di Bali. Pakai bunga kek, pakai apa kek, pakai bije (beras sembahyang) di sini," ujar AWK, bahkan dengan nada tinggi. Kemudian video ucapannya yang viral diklarifikasi oleh AWK, bahwa video itu dipotong dan sengaja disampaikan tidak lengkap oleh oknum tidak bertanggung jawab. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Dilaporkan #bali #polda bali #AWK #demo #DPD RI #sara