BADUNG, BALI EXPRESS - Sejumlah ruas di Pantai Kuta dipasangi tanggul sementara oleh pedagang. Pemasangan tanggul berbahan karung berisi pasir ini dilakukan untuk menyediakan ruang berjualan.
Hal ini pasca dampak abrasi yang menggerus Pantai Kuta. Namun, Senin (15/1), tanggul sementara tersebut pun dibongkar kembali oleh pedagang.
Ketua Satgas Pengelola Pantai Kuta, Wayan Sirna mengatakan, pembongkaran karung pasir dilakukan atas koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung kepada Desa Adat Kuta. Sehingga pihaknya meminta pedagang yang membuat tanggul pasir itu secara swadaya untuk membongkar. “Hari ini kami mulai bongkar, sehari saja sudah selesai," ujar Sirna.
Menurutnya, pembongkaran karung pasir dilakukan yang berada di atas breakwater. Sedangkan tanggul yang digunakan sebagai akses pengunjung ke bibir pantai masih dibiarkan. “Kami masih cari pedagang yang memasang agar dibongkar,” ucapnya.
Munculnya tanggul sementara ini disebutkan lantaran pedagang keterbatasan ruang untuk berjualan. Sebab selama ini abrasi terus terjadi di Pantai Kuta. Hal ini dilakukan sambil menunggu adanya penanganan abrasi oleh BWS Bali-Penida.
"Kalau bisa spase ini ditambah sekitar 4-5 meteran, agar pedagang dapat menempatkan longchair mereka. Jika menunggu BWS tentu akan cukup lama, tentu pengisian pasir ini perlu dilakukan sementara waktu oleh Pemkab Badung," terangnya.
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana mengungkapkan, keberadaan tanggul pasir tersebut merupakan suatu inisiasi pedagang yang peduli akan kondisi Pantai Kuta. Ia menyebutkan tanggul tersebut sifatnya sementara dan siap dibongkar jika tidak diperkenankan.
Pihaknya pun kini telah meminta pedagang untuk membersihkan karung pasir tersebut. Sebab kondisinya memang mengurangi estetika. Apalagi karung yang digunakan terbuat dari plastik yang rentan rusak
Lebih lanjut Alit Ardana berharap pemerintah dapat membantu pihaknya dalam menata Kuta agar kembali bersinar dan berseri. Salah satu hal yang diharapkan adalah program pengisian pasir untuk menangani abrasi di Pantai Kuta. “Saya harap pengisian pasir ini dapat segera dilakukan karena sangat urgen. Tapi kami harapkan ini dilakukan setelah musim angin barat dan musim hujan berakhir. Sehingga pasang air laut dan musim sampah kiriman tidak kembali menjadi momok penambahan pasir," harapnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana