KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Dampak dari Covid-19 membuat salah satu warga di Klungkung mengembangkan budidaya bunga Cempaka. Sebagaimana diketahui bunga Cempaka banyak digunakan umat Hindu di Bali untuk persembahyangan.
Komang Agus Triada, warga Banjar Lebah, Klungkung, Bali, menuturkan bahwa pengembangan pohon bunga Cempaka itu ia awali dengan menanam tiga hingga lima batang pohon sekitar 4 tahun lalu. Namun kini dirinya telah memiliki kurang lebih tiga ratus pohon dan menghasilkan jutaan rupiah perhari. “Sekarang sudah punya ratusan pohon bunga Cempaka jenis Cendana,” ujarnya.
Ditambahkannya jika pohon Cempaka itu ditanam diatas lahan kontrakan seluas 24 are. Dan kini lahan tersebut telah dipenuhi pohon Cempaka berbagai ukuran dengan menggunakan sistem tabu lampot tanam.
“Setiap harinya ada 1.000 hingga 4.000 kuntum bunga Cempaka yang saya petik,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan jika budidaya bunga Cempaka dengan sistem tabulampot tanam dengan penyiraman tetes sangat efektif.
Menurutnya bunga Cempaka memiliki harga ekonomis yang sangat menjanjikan. Mulai dari Rp2.000 hingga Rp4.000 perkuntum. Sayangnya disaat musim penghujan seperti saat ini produksi bunga mengalami penurunan.
Namun pihaknya mensiasati dengan pupuk organik buatanya sendiri sehingga bunganya tetap menghasilkan . “Kita siasati dengan menggunakan pupuk organik agar pohonnya tetap berbunga,” sebutnya.
Ia sendiri sudah memiliki langganan tetap di pasar yang setiap hari membeli bunga Cempaka yang ia petik. Dan adapula yang langsung memetik ke kebun miliknya setiap sore hari.
Tidak hanya menjual bunga Cempaka, pihaknya juga menjual bibit bunga Cempaka Cendana. Satu batang pohon dengan tinggi satu hingga 1,5 meter di jual Rp75.000 hingga Rp100.000. (*)