AMLAPURA, BALI EXPRESS- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem mencium kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum sopir truk yang mengangkut material galian C dari wilayah Karangasem.
Sopir truk sengaja mencari jalan alternatif untuk menghindari penjagaan pos portal yang dipasang Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk memungut pajak.
Pemkab Karangasem menempatkan petugas di sejumlah titik yang ada di jalan utama untuk menjaga pos portal, di antaranya berada di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen.
Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika mengaku menerima adanya dugaan “jalur tikus” yang dilalui sopir truk untuk menghindari pungutan portal tersebut.
Jalan tikus kemungkinan berada di wilayah Kecamatan Selat.
"Ya memang ada dugaan seperti itu, kami sudah berkoordinasi dengan petugas pos portal Selat dan Sidemen. Menurut mereka kebanyakan mengaku membawa pasir ke timbunan, tapi persoalan ini akan tetap kita sikapi dengan menugaskan petugas untuk berjaga-jaga di jalur tersebut," ujarnya, Jumat, 26 Januari 2024.
Dijelaskan olehnya, jalur tikus yang dimaksud berada di jalur penghubung antara ruas jalan utama Desa Duda menuju Banjar Dinas Jangu yang melewati jalur pariwisata Banjar Dinas Alas Tunggal.
Kemudian akan melewati kawasan permukiman sebelum akhirnya kembali memasuki jalur utama di selatan jembatan Padang Tunggal.
Beberapa informasi ini telah diterima oleh Ardika, sehingga ia memikirkan untuk melakukan langkah antisipasi adanya ulah oknum sopir truk nakal tersebut.
Salah satunya dengan upaya menambah jumlah pos portal yang ditempatkan pada jalur akhir seluruh jalur alternatif yang ada. (*)
Editor : I Made Mertawan