DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemprov Bali kembali menggelar Bulan Bahasa Bali (BBB) tahun ini .
Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024 ini akan berlangsung mulai 1 Februari sampai 2 Maret 2024.
Bulan Bahasa Bali tahun ini mengusung tema ‘Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga'.
“BBB ke-6 siap digelar dan rencananya dibuka Pj Gubernur Bali dengan mengusung tema Jana Kerthi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Selasa, 30 Januari 2024.
BBB tahun ini kembali digelar sebulan penuh. Namun bertepatan dengan pemilu maka agenda BBB dikosongkan sehari sebelum pencoblosan dan saat pencoblosan pada tanggal 13 dan 14 Februari.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengikuti pemilu, sehingga pelaksanannya berlangsung hingga 2 Maret 2024.
Di samping itu, pada Februari warga Hindu di Bali juga merayakan Hari Raya Galungan.
“BBB dalam pelaksanaannya sudah memasuki tahun ke-6, sehingga ada hal yang berbeda dari pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya. Ini penting, sehingga berikutnya ini bisa memperkuat jati diri krama Bali,” jelasnya.
Pelaksanaan BBB ke-6 ini mengangkat tema 'Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga' yang bermakna Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan bahasa, aksara dan sastra Bali sebagai sumber kebenaran, kebijaksanaan dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama Bali.
Tema ini diterjemahkan ke dalam 6 agenda, yakni wimbakara (lomba), sasolahan (seni pertunjukkan), widyatula (seminar), kriyaloka (workshop) dan reka aksara (pameran).
Tahun ini juga memberikan penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada tokoh penggiat sastra.
Pembukaan BBB ke-6 akan dilaksanakan pada Kamis, 1 Februari 2024. Pada saat pembukaan dimeriahkan dengan Festival Nyurat Lontar yang menghadirkan 500 orang peserta.
Ada juga Festival Ngetik Aksara Bali dengan Keyboard Aksara Bali dengan melibatkan sebanyak 200 orang peserta.
Sementara dalam agenda wimbakara menyajikan berbagai jenis lomba dengan jumlah 20 lomba.
“Lomba akan dibagi menjadi 2 kategori, yakni lomba yang pesertanya adalah perwakilan kabupaten/kota (6 lomba) dan lomba yang diikuti oleh masyarakat umum (14 lomba). Peserta lomba sudah pasti, publish lomba telah dilaksanakan tanggal 29 Desember 2023,” paparnya.
Sementara itu, Kurator BBB I Gede Nala Antara menambahkan, utsawa yang wajib diikuti kabupaten kota, seperti nyurat bahasa Bali tingkat SMP, wimbakara mesatua krama istri dan prajuri desa adat.
“Semua kabupaten kota menyatakan siap mengikuti semua lomba untuk kategori wajib,” katanya.
Ada lomba dengan kategori baru yang menjadi ikon dalam Bulan Bahasa Bali adalah lomba bebanjolan (stand up komedi).
“Lomba baru bebanjolan atau stand up komedi, dan ada jumlah peserta lomba yang cukup banyak peminat adalah lomba gending rare, kuotanya sudah penuh,” terangnya.
Kemudian, untuk sesolahan akan mementaskan sebanyak 5 kali pertunjukan dengan rincian pentunjukan pembukaan dengan lakon Smaradahana, pertunjukkan penutupan dengan lakon Andabhuwana, panggung apresiasi sastra dengan lakon Jaratkaru.
Untuk panggung apresiasi sastra ini akan mementaskan Wayan Cenk Blonk.
Untuk agenda widyatula akan dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni seminar bahasa, aksara dan sastra Bali.
Diisi pula bedah Lontar dengan judul Wreti Sesana/Dharma Kahuripan/Putra Sesana/Sila Krama.
Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Kebudayaan Disbud Bali, I Wayan Ria Arsika mengatakan, untuk kriyaloka juga diselenggarakan sebanyak 2 kali, yaitu pengembangan aksara dan pasang aksara Bali dan workshop drama Bali modern.
Sementara reka aksara mengambil tema “Pameran Dharmakriya, Transformasi Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dalam Teknologi Kreatif”.
Pameran akan diikuti oleh perajin, penenun, pangusada, dan sebagainya.
“Untuk Bali Kerthi Nugraha Mahottama, penerimanya 2 orang. Proses seleksisnya, dimulai dari usalan dari masing-masing kab/kota yang mengirimkan 2 nama sebagai calon penerima penghargaan, lalu diseleksi oleh tim penilai,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan