Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Resto di Seminyak Kena Penipuan Online, Pesan Makan dan Ratusan Bir, Ini Modusnya

I Gede Paramasutha • Jumat, 9 Februari 2024 | 02:54 WIB
TERTIPU : Tangkapan layar saat sopir yang diduga diminta oleh pelaku penipuan online mengambil makanan dan bir di The Baker Bistro Seminyak, di Jalan Raya Seminyak.
TERTIPU : Tangkapan layar saat sopir yang diduga diminta oleh pelaku penipuan online mengambil makanan dan bir di The Baker Bistro Seminyak, di Jalan Raya Seminyak.

 

BADUNG, BALI EXPRESS - Restoran The Baker Bistro Seminyak, di Jalan Raya Seminyak Nomor 17 A, Kuta Badung, menjadi korban penipuan online pada Senin (5/2).

 

Modus pelakunya memesan makanan dan minuman dengan mengirimkan bukti transfer pembayaran yang palsu.

 

 

Kasus penipuan online tersebut telah dilaporkan oleh pihak resto ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar pada Selasa (6/2). Berdasar laporan itu, peristiwa ini bermula ketika seorang karyawan berinisial MS, 31, menerima pesanan makanan melalui WhatsApp sekitar pukul 20.00 WITA.

 

"Nomor tersebut berpura-pura mengatasnamakan Agus Bali Vacation Tour, diduga mencatut nama agen travel," beber sumber, Rabu (7/2). Pelaku kala itu mengaku-ngaku akan membawa tamu ke resto tersebut sambil menanyakan list menu.

 

 

Lalu, pelaku memesan dua Pen Roasted Mahi-Mahi, empat Beef Burger, satu Chicken Burger, dan dua Fish & cheap agar bisa disiapkan dahulu. Pelaku pun melakukan pembayaran fiktif via transfer bank senilai Rp 964 ribu dan bukti transfer itu langsung dikirim.

 

"Pihak resto awalnya tidak mencurigai bukti pembayaran yang dikirim, karena banyak juga tamu yang melakukan via transfer bank, jika memesan di resto lewat WhatsApp," tambah sumber.

 

Berselang beberapa menit kemudian, pelaku terus menelepon dan menanyakan harga bir Bintang.

 

Berikutnya pelaku memesan sebanyak 168 botol dengan total harga Rp 5,8 juta. Nomor itu pun kembali mengirimkan bukti transfer. Setelah itu, pelaku mengatakan bahwa sopirnya yang akan datang menjemput bir serta makanan. Sopirnya pun datang membawa mobil putih berplat DK 1994 FBO.

 

"Pelaku bahkan meminta foto saat makanan dan bir dinaikan ke mobil, sambil berlagak meminta pihak resto menyimpan nota, ngaku akan datang ke resto untuk kembalikan krat," tandasnya.

 

Kemudian pada Selasa (6/2), sekitar pukul 08.25 WITA, pelaku memesan lagi Bir sebanyak 10 krat dan akan diambil pada pukul 10.30 WITA.

 

Saat itu, karyawan resto langsung berkoordinasi dengan bagian akunting untuk mengecek dana yang di transfer sebelumnya, apakah sudah masuk atau belum. Akhirnya, terungkap bahwa ternyata tidak ada dana yang masuk dan bukti transfer yang selama ini dikirim adalah palsu. Akibatnya, pihak resto mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta.

 

Bahkan di hari yang sama, ada nomor luar negeri yang melakukan pemesanan makanan dan mengirimkan bukti transfer palsu juga. Untungnya pihak resto sudah dapat menyadari modus itu. Pihak resto sempat melakukan pengecekan sendiri terhadap nomor yang mengatasnamakan Agus Bali Vacation Tour tersebut.

 

Ternyata sudah banyak orang yang menjadi korban modus penipuan online dari nomor tersebut. Maka dari itu, kasus ini dilaporkan ke Mapolresta Denpasar agar bisa ditindaklanjuti. Dikonfirmasi mengenai laporan tersebut, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi belum bisa memberi penjelasan resmi. "Kami akan cek dulu," jawabnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#modus #bir #bali #bukti transfer #fiktif #online #badung #penipuan #makanan