SINGARAJA, BALI EXPRESS – Rabu (14/2) pagi, sebanyak 294 warga binaan mengikuti proses pemilihan umum di TPS khusus.
TPS itu disediakan di Lapas Kelas IIB Singaraja. Mereka antusias mengikuti pesta demokrasi untuk menyalurkan hak suara mereka dalam pemilihan umum kali ini.
Terlihat sejak pukul 07.00 wita mereka bersiap menunggu waktu dan giliran menuju bilik suara. Sesekali sebelum ke bilik, mereka menyempatkan diri menuju papan informasi untuk meyakinkan diri sebelum menjatuhkan pilihan.
Baca Juga: Begini Tips Menghindari Mabuk saat Memancing di Tengah Laut
TPS khusus ini dibuka mulai pukul 07.00 pagi dan langsung ramai oleh para warga binaan yang ingin menyalurkan hak suara mereka.
Dengan pengawasan ketat dari petugas keamanan, proses pemilihan berjalan lancar tanpa adanya gangguan atau insiden yang mencolok.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak yang telah menyelenggarakan TPS khusus di dalam Lapas. Ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum dan kami juga memiliki suara dalam menentukan masa depan negara,” ujar salah seorang warga binaan yang berpartisipasi dalam pemilihan.
Selain memberikan hak suara kepada warga binaan, kegiatan ini juga dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran politik dan kewarganegaraan di kalangan mereka.
Baca Juga: Nyoblos di TPS 14 Desa Angseri, Ini Harapan Eka Wiryastuti untuk Pemilu 2024
Dengan berpartisipasi dalam proses demokrasi, diharapkan warga binaan dapat merasa lebih terlibat dalam pembangunan negara.
“Kami sudah lakukan sosialisasi juga sejak Juli 2023 untuk jadi pemilih cerdas. Mereka juga mengikuti dengan baik sehingga dapat menentukan pilihan dan mengenali calon-calon yang akan dipilih, meski pengetahuan mereka terhadap caleg tidak begitu banyak seperti orang di luar sana,” ujar Kalapas Kelas IIB Singaraja, Suteresna.
Dari data Lapas Singaraja, tercatat 294 orang WBP yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 313 orang WBP. Sisanya sebanyak 19 orang WBP tidak dapat menyalurkan hak pilihnya lantaran terkendala data kependudukan.
Baca Juga: Sebut Demokrasi Sedang Sakit, Ketua DPRD Klungkung dan Keluarga Kompak Berbusana Hitam saat Nyoblos
“Ada NIK ganda dan tidak punya KTP dan WNA 1. Kami sudah upayakan dan memang yang bersangkutan tidak bisa untuk memilih. Jadi di sini ada 300 orang DPT, 294 WBP dan 6 dari petugas Lapas,” kata dia. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana