BALI EXPRESS- Calon DPD RI Dapil Bali, Niluh Djelantik ikut menyoroti video viral keributan yang melibatkan buruh proyek dan warga lokal.
Diketahui sebelumnya, sebuah video menjadi sorotan di media sosial yang memperlihatkan aksi keributan yang diduga terjadi antara warga lokal dan warga pendatang.
Keributan tersebut terjadi di Jalan Pantai Balangan, Lingkungan Cengiling, Kuta Selatan, Badung pada Minggu (18/02).
Baca Juga: Gaungkan Edutainment, Lions Club Tanam Terumbu Karang di Sanur
Merespons video keributan tersebut, politisi sekaligus pengusaha sepatu itu pun menyebut bahwa Desa Adat dan Banjar merupakan garda terdepan Bali.
Melalui media sosial Instagram pribadinya, Niluh Djelantik menyebut bahwa pendataan menyeluruh terhadap warga pendatang baik Warga Negara Asing (WNA) maupun Warna Negara Indonesia (WNI) harus segera dilakukan demi kenyamanan, keselamatan dan keamanan seluruh warga.
“Mari jalankan prinsip di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung,” tulisnya, dikutip Koran Bali Express, pada Senin (19/02).
Niluh Djelantik pun mengingatkan agar masyarakat secara bersama-sama menjaga Bali sebagai cara membalas budi pada tanah yang memberikan kehidupan.
Sebelumnya, jagat media sosial di Bali kembali dihebohkan dengan adanya keributan yang melibatkan warga pendatang pada Minggu (18/2) siang. Insiden itu tepatnya terjadi di Jalan Pantai Balangan, Lingkungan Cengiling, Kuta Selatan, Badung.
Tampak melalui video viral yang beredar, sejumlah orang yang dinarasikan sebagai warga pendatang asal Sumba selaku pekerja proyek mencegat dan melempari warga lokal dengan batu.
Informasi yang dihimpun Bali Express Jawa Pos Grup, keributan ini terjadi karena kesalahpahaman.
Pekerja dari Sumba mengaku atau merasa diserang duluan.
Baca Juga: Percaya Diri, Golkar Pastikan Raih 10 Kursi di DPRD Badung
Sehingga, kesalahpahaman itu membuat pekerja proyek menyerang warga Lingkungan Cengiling dengan dalih sebagai serangan balasan sekitar pukul 12.30 WITA.
Editor : Wiwin Meliana