Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lerai Cekcok, Babinsa Dikeroyok Pemuda Sumba, Polisi Ringkus Pelaku Utama

I Gede Paramasutha • Senin, 26 Februari 2024 | 01:00 WIB
DIAMANKAN: Sejumlah pemuda Sumba yang diduga terlibat keributan atau pengeroyokan terhadap anggota TNI.
DIAMANKAN: Sejumlah pemuda Sumba yang diduga terlibat keributan atau pengeroyokan terhadap anggota TNI.

 

BADUNG, BALI EXPRESS - Aksi anarkis kembali dilakukan sejumlah oknum pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Badung pada Sabtu (24/2) dini hari.

 

Mereka terlibat cekcok dengan waiters di Cafe Tuak Rembulan, Jalan Gunung Sang Hyang, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, dan mengeroyok seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa.

 

 

Padahal Babinsa bernama Serda Candra Gunawan tersebut hanya bermaksud melerai cekcok agar tidak menjadi keributan yang menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Peristiwa bermula ketika pelaku yang belum diketahui identitasnya bersama rekan-rekannya berjumlah 10 orang mengkonsumsi minuman beralkohol, sekitar pukul 01.00 WITA.

 

 

"Diduga pelaku saat itu sudah dalam kondisi mabuk," terang sumber, Minggu (25/2). Ada waiters perempuan berinisial IEMP, 27, menemani kelompok pelaku saat itu.

 

Kemudian salah satu pemuda Sumba yang merupakan pelaku utama berselisih dengan IEMP. Waktu itu Serda Candra sedang melakukan patroli dialogis.

 

 

Sehingga ketika melihat ada yang cekcok, maka anggota TNI ini berinisiatif melerainya. Namun pelaku utama serta rekannya malah ribut dan memukul Serda Gunawan. Bahkan pelaku lainnya berusaha melempari korban menggunakan kursi.

 

Setelah melancarkan aksinya, kelompok pelaku pun bergegas mengambil sepeda motor dan kabur.

 

 

Akibat kejadian ini, Babinsa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami luka di bagian bibir atas, serta bengkak di bagian tangan. Korban juga langsung menghubungi aparat Polsek Kuta Utara.

 

"Menurut keterangan saksi waiters kepada polisi, pelaku utama menggunakan baju kaos warna hitam dan celana panjang warna abu-abu," tambahnya.

 

Sehingga Polsek Kuta Utara langsung melakukan pengejaran dan dapat mengamankan sejumlah orang dari kelompok yang ribut tersebut. Sedangkan pelaku utamanya sempat buron. Akan tetapi berkat kesigapan petugas, pelaku utama tetap bisa diamankan pada malam harinya.

 

Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono membenarkan kejadian ini. Namun pihaknya tak membeberkan identitas para pelaku. "Beberapa orang sudah diamankan, dan pelaku utamanya kami amankan pada Sabtu (24/7) malam," bebernya.

 

Saat ini pihaknya masih mendalami sejumlah orang yang diamankan terkait keterlibatannya dalam perkara ini. Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana membenarkan bahwa korban dianiaya di TKP saat berusaha meredam keributan, karena menerima laporan dari pemilik cafe.

 

Pihaknya mengapresiasi Babinsa tersebut yang sigap merespon laporan masyarakat. "Korban datang ke sana karena dihubungi oleh pemilik cafe dan saat itu sedang tidak pakai seragam TNI. Saya melihat dia berhasil membangun relasi yang baik dengan warga di desa binaanya," ucapnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#waitress #bali #babinsa #pengeroyokan #ntt #oknum #badung #pemuda