MANGUPURA, BALI EXPRESS - Talkshow Bedah Karma telah digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (3/3).
Pelaksanaan talkshow ini pun cukup menarik lantaran dapat membantu permasalahan dalam hidup, seperti kesehatan, hubungan, karir, hingga makna hidup.
Bahkan dalam Talkshow Bedah Karma yang digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih ini pun dihadiri oleh hampir 1.500 peserta.
Penyelenggara Talkshow Bedah Karma, Bunda Arsaningsih mengatakan, dalam talkshow ini akan membedah permasalahan dalam hidup antara takdir dan nasib.
Bahkan dalam hal ini juga akan dibedah cara mengubahnya dengan bedah karma.
“Memang kelihatannya agak gimana, memang banyak yang tidak percaya. Tetapi setelah pembahasan orang paham bahwa itu adalah hasil,” ujar Bunda Arsaningsih.
Melalui metode yang diterapkan ia meyakini peserta dapat melintasi ruang dan waktu.
Sehingga mereka mendapatkan pemahaman terkait buah karma pada kehidupan saat ini.
“Memang kami akan membedah beberapa orang, tetapi harapan saya dari pengalaman mereka paling tidak masyarakat memiliki gambaran bagaimana sih jalannya hukum karma dalam hidupnya,” ungkap pendiri Yayasan Cahaya Cinta Kasih tersebut.
Setelahnya, peserta dapat memahami dan menerima takdir atau karma yang harus diterima.
Untuk menyikapi hal tersebut, Bunda Arsaningsih mengharapkan proses talkshow bedah karma ini dapat memberikan pemahaman untuk lebih mengenal diri.
“Ini juga menjadi semangat bagi kami untuk terus berbagi, karena sejatinya semakin mengenal diri maka kita akan semakin dekat dan mengenal karma kita,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap orang dari sejak lahir telah membawa karmanya masing-masing.
Sehingga tidak ada batasan usia dari munculnya karma.
Sementara dr. Rastho Mahotama menerangkan, proses karma ini memiliki kemiripa dengan proses munculnya penyakit.
Seperti, dalam penyakit begitu ada gejala pastinya ada suatu masalah yang harus ditemukan untuk menyebuhkan.
“Itu yang harus diobati sehingga gejalanya mereda. Kalau bedah karma ini juga sedikit mirip karena apa yang muncul di luar itu terjadi karena sesuatu yang ada di dalam,” terangnya. (*)