BULELENG, BALI EXPRESS - Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Subdit II Direktorat Intelkam Polda Bali menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan membagikan paket sembako kepada para nelayan di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (7/3).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan menyusul penghentian aktivitas melaut para nelayan akibat cuaca ekstrem dan juga adanya survei seismik 2D dan 3D yang berdampak pada ekonomi masyarakat Bali.
Panit V Subdit II Ditintelkam Polda Bali, IPDA Amir Dwi Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan hubungan baik antara Polda Bali dengan para nelayan.
"Kami mewakili Bapak Kapolda Bali dan Direktur Intelkam menjalin silaturahmi sambil memberikan bantuan sembako. Meskipun nilainya tidak besar, namun ini adalah ekspresi kepedulian kami, terutama mengingat dampak yang dirasakan oleh nelayan di Kabupaten Buleleng akibat kegiatan Survei Seismik 2D dan 3D Migas yang dilakukan oleh PT. TGS Indonesia," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat teridentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh para nelayan. Sebelumnya, terdapat masalah terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi perbincangan di media sosial. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para nelayan yang telah menanggapi dan menyelesaikan masalah tersebut dengan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan gangguan kamtibmas atau pelanggaran hukum," imbuhnya.
Polda Bali juga mengajak para nelayan untuk mendukung program-program pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Salah satunya adalah kegiatan Survei Seismik 2D dan 3D Migas yang dilakukan di perairan Bali Utara oleh PT. TGS Indonesia. Kegiatan ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk di Bali, sehingga dukungan dari berbagai lapisan masyarakat sangatlah penting.
Dengan kegiatan Bakti Sosial ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polda Bali dan para nelayan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana