MANGUPURA, BALI EXPRESS - Sejak awal Maret 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung telah menangani 80 bencana.
Dari keseluruhan bencana tersebut, dominan disebabkan cuaca esktrem seperti hujan deras dan angin kencang.
Bahkan dari 80 bencana di Kabupaten Badung itu, pohon tumbang terjadi di 46 lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Badung Wayan Darma mengatakan, bencana muncul di sejumlah kecamatan yang ada di Badung.
Bencana ini terutama terjadi saat mendekati perayaan Hari Raya Nyepi pada 11 Maret 2024.
“Sebelum Nyepi kami melakukan penanganan bencana di wilayah Badung selatan. Setelah Nyepi bergeser ke Badung utara,” ujar Darma, saat dikonfirmasi Jumat, 16 Maret 2024.
Menurutnya, berdasarkan data ada 80 titik lokasi bencana yang telah ditangani. Bencana tersebut dominan terjadi saat adanya hujan deras disertai angin kencang.
Bahkan di Desa Adat Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan sempat terjadi angin puting beliung yang merusak sejumlah rumah warga.
“Ada 14 kerusakan yang terjadi akibat hujan disertai angin puting beliung, yang rusak atap rumah warga. Ada juga satu rumah warga rusak akibat puting beliung di Jimbaran,” ungkapnya.
Selebihnya bencana yang terjadi merupakan pohon tumbang di 46 lokasi, tanah longsor, senderan jebol, pelinggih roboh, bale gong roboh dan kebakaran.
Dari banyaknya bencana yang terjadi satu orang menjadi korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Korban berasal dari Buleleng.
Terkait banyaknya bencana tersebut, Darma menerangkan, masyarakat yang mengalami kerugian materiil dapat mengajukan permohonan bantuan.
Hal ini sesuai dengan ketentuan, permohonan ditujukan kepada Bupati Badung.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, itu (bantuan) mengunakan dana Belanja Tak Terduga,” ucap mantan Camat Petang tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari permohonan tersebut akan diturunkan Tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna).
Jika ada rumah atau pura di lingkungan permukiman pihaknya mengaku akan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
“Untuk anggaran yang disiapkan di tahun 2024 kurang lebih Rp 70 miliar. Namun tidak semua untuk penanggulangan bencana di BTT, mencakup seluruh kegiatan yang tidak direncanakan,” jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan