KARANGASEM, BALI EXPRESS – Sejumlah nelayan di wilayah Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Karangasem memilih tidak melaut untuk beberapa hari terakhir ini. Itu disebabkan oleh buruknya cuaca yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi di perairan Selat Lombok.
Salah satu nelayan disana, Malonk mengaku, dirinya tidak berani melaut sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya angin cukup cukup kencang terjadi belakangan ini.
Bahkan akibat gelombang tinggi membuat penyebrangan dari Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem menuju Pelabuhan Lembar sempat ditutup sementara pada Kamis (14/3).
“Saya sejak menjelang hari raya Nyepi sudah tidak melaut,” ujarnya, Jumat (15/3). Sampai saat ini dirinya mengaku belum berani melaut. Namun ada beberapa nelayan yang sudah memberanikan diri mencari ikan ke tengah laut.
Dengan tidak adanya penghasilan yang didapat dari mencari ikan, dirinya pun saat ini menganggur dan tidak mendapat pemasukan. Sedangkan rekan-rekannya yang tidak melaut lainnya ada beberapa yang memilih untuk beralih profesi menjadi petani kangkung.
“Untuk yang menjadi petani kangkung lumayan bisa membantu pendapatan saat cuaca buruk seperti saat ini,” lanjutnya.
Nasib berbeda dialami nelayan di Pantai Pengalon, Desa Antiga Kelod, Manggis. Disana para nelayan tetap melaut. Bahkan beberapa kali membawa hasil tangkapan ke rumah masing-masing.
“Disini tetap melaut. Tadi pagi saya tidak mendapat ikan, kalau kemarin baru mendapat sedikit,” terang Komang Suarnata, salah seorang nelayan di Pantai Pengalon. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana