Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jorok! Muara Sungai di Pantai Dreamland Bali Dikempung Sampah Kiriman

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 19 Maret 2024 | 23:15 WIB
Tumpukan sampah kiriman di muara sungai Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 19 Maret 2024.
Tumpukan sampah kiriman di muara sungai Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 19 Maret 2024.

BADUNG, BALI EXPRESS – Sebuah video menunjukkan tumpukan sampah viral di media sosial.  

Tumpukan sampah tersebut diketahui berada di muara sungai Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Tumpukan sampah ranting kayu, plastik dan styrofoam tersebut ternyata merupakan sampah kiriman yang muncul dalam satu periode setiap tahunnya.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung AA Gede Dalem mengatakan munculnya sampah tersebut akibat adanya cuaca buruk yang sebelummya terjadi.

Bahkan ia menyatakan kejadian tersebut bukanlah hal baru. Namun tetap menjadi tantangan dalam mengantisipasi dan penananan sampah kiriman tersebut.

“Sebelumnya juga pernah terjadi saat badai. Sangat sulit untuk mengantisipasi sampah karena sumbernya datang dari laut,” ujar Agung Dalem, Selasa, 19 Maret 2024.

Menurutnya, terkait tumpukan sampah di loloan sungai tersebut akan dilakukan pembersihan.

Rencananya akan dilakukan pada 22 Maret 2024 yang bekerja sama dengan paguyuban warung-warung sekitar dan salah satu komunitas yang peduli akan kebersihan sungai.

“Kami akan melakukan evakuasi bersama. Kami sedang berkoordinasi, dan jika perlu alat berat, kami akan menyiapkannya. Kami telah mengalokasikan 10 unit truk dan 100 orang personel untuk operasi pembersihan ini,” ungkapnya.

Sedangkan, salah satu petugas di Pantai Dreamland Wayan Muntra mengungkapkan munculnya sampah kiriman tersebut telah terjadi sejak 15 Maret 2024.

Namun kondisi ini disbutkan tidak separah dari tahun sebelumnya. “Sampah bulan-bulan ini tidak terlalu banyak, tapi kalau angin kencang sampah banyak yang datang,” ucapnya.

Meskipun sampah kiriman ini menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan, ia mengaku tanggapan dari wisatawan terbilang positif.

Sebab sebagian besar wisatawan telah mengetahui kondisi tersebut.

“Wisatawan tidak masalah dengan sampah kiriman ini. Yang mereka keluhkan biasanya kalau sampah berserakan di pesisir. Jadi kami langsung mengambil dan menaruhnya di dekat area parkir,” terangnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pantai dreamland #bali #tumpukan sampah #badung