Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cuaca Sangat Baik dan Musim Tangkap Tiba, Nelayan di Tabanan Mulai Melaut

I Made Mertawan • Sabtu, 23 Maret 2024 | 15:33 WIB
Aktivitas melaut mulai dilakukan nelayan di Pantai Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Aktivitas melaut mulai dilakukan nelayan di Pantai Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS- Meskipun hujan masih sering turun di Kabupaten Tabanan, Bali, namun jika dilihat dari periode musim, memasuki minggu ketiga bulan Maret 2024, kawasan perairan di Kabupaten Tabanan sudah memasuki musim Tangkap ikan.

Sehingga nelayan di pesisir pantai Tabanan mulai melakukan aktivitas melaut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa mengungkapkan, saat ini kondisi cuaca untuk melaut sangat baik.

Selain itu periode ini sudah memasuki periode musim tangkap, sehingga para nelayan sudah mulai melaut.

"Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Tabanan sudah mulai melaut sejak hari Rabu 20 Maret lalu dan diperkirakan akan bertahan sampai tujuh hari kedepan. Karena saat itu, cuaca sudah membaik dan beberapa komoditi tangkapan sudah mulai tampak," jelas Arsana Yasa.

Adapun jenis ikan yang saat ini menjadi buruan para nelayan di Kabupaten Tabanan, antara lain, ikan dorang, barakuda dan tenggiri.

Sedangkan untuk yang pergi melaut malam, biasanya nelayan berburu ikan jenis tuna, sarden dan beberapa jenis ikan lainnya. 

Selain ikan, pada periode ini Arsana Yasa mengakui jika lobster juga termasuk komoditi yang dicari nelayan.

Selain merupakan komoditi sepanjang tahun, lobster ini masih tetap menjadi komoditi ekspor dengan permintaan yang stabil.

Baca Juga: Kronologi Aksi Superhero Gagal Bobol ATM di Bali, Brankas Rusak, Pelaku Berhasil Kabur

Terkait harga lobster, diakui Ketut Arsana mengalami penurunan di angka Rp110 ribu untuk ukuran 150 gram.

Ini dikarenakan keranda budidaya penuh akibat ukuran tangkapan lobster tidak mencapai berat ideal untuk konsumen yakni hanya 100 gram.

“Mungkin tinggal menunggu lagi 2 bulan sudah ada panen sehingga keranda sudah mulai kosong dan harga mulai naik lagi. Kalau kemarin untuk berat 150 gram untuk budidaya harganya Rp200 – Rp250 ribu,” jelasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan