TABANAN, BALI EXPRESS- Kasus kematian mendadak puluhan babi di Kabupaten Karangasem, Bali menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi peternak babi di Kabupaten Tabanan.
Mengingat sejak akhir tahun 2023 lalu, peternakan babi di Kabupaten Tabanan belum normal.
Untuk mencegah mewabahnya Infeksi penyakit African Swine Fever (ASF) pada babi di Tabanan, Dinas Pertanian setempat melakukan beberapa upaya.
Salah satunya adalah dengan penguatan biosecurity pada peternakan babi.
"Untuk upaya pencegahan kami sudah lakukan, salah satunya melalui biosecurity ke kalangan peternak serta program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di sentra-sentra peternakan di Tabanan," jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia Jumat, 22 Maret 2024.
Upaya ini diharapkan bisa membuat masyarakat beternak dengan baik dan benar serta langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil untuk menghindari penyebaran virus, mulai dari perawatan ternak dan kandang dan memberikan vitamin kepada ternaknya.
Subagia melanjutkan, penguatan biosecurity di kalangan peternakan babi penting karena menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Sebab, hingga saat ini vaksin untuk ASF belum ada.
"Kunci terbaik di tengah tidaknya adanya vaksin adalah mencegah sebelum terjadinya kasus ASF dengan penguatan biosecurity. Di samping itu, kami juga aktif melakukan penyemprotan di kandang-kandang ternak dalam mendukung upaya pencegahan munculnya kasus ASF," lanjutnya.
Penyemprotan yang dilakukan dikatakan Subagia menggunakan disinfektan yang didapat dari Dinas Pertanian Provinsi Bali.
Dengan rutinnya penyemprotan ini, Subagia berharap penyebaran virus ASF bisa dicegah dan kematian babi bisa diminimalkan.
Terkait jumlah ternak babi saat ini, Subagia menambahkan, sesuai data, populasi babi di Tabanan mencapai 30.288 ekor per Februari 2024.
Babi itu tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan dengan populasi terbanyak di Kecamatan Baturiti dengan jumlah mencapai 9.528 ekor.
"Sampai saat ini populasi babi masih stabil, kami belum menerima laporan terkait babi mati karena sakit. Untuk proses pencegahan akan terus kami lakukan karena vaksin ASF belum ditemukan," ungkapnya. (*)