Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mulai Ditinggalkan Pecintanya, Booming Simbar di Bali Meredup

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 29 Maret 2024 | 21:54 WIB
REDUP : Tren Platycerium atau simbar yang sempat booming pada tahun 2023, kini mulai meredup.
REDUP : Tren Platycerium atau simbar yang sempat booming pada tahun 2023, kini mulai meredup.

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Industri tren Platycerium atau simbar yang sempat booming pada tahun 2023, kini mengalami penurunan aktivitas.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya pecinta simbar yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja, menyebabkan penurunan pembeli dengan kemampuan beli tinggi.

Kadek Oka, seorang pengusaha tanaman dari Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, menuturkan bahwa omzet bisnis simbarnya mulai turun sejak Maret 2024.

Hal itu sebabkan oleh banyaknya pecinta simbar dengan kemampuan beli tinggi yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Dampaknya, pembeli simbar belakangan ini didominasi oleh pecinta pemula dengan daya beli yang lebih rendah, berkisar Rp150 ribu per simbar.

"Dominasi pembeli saat ini adalah anak sekolahan. Mereka cenderung membeli simbar dengan harga sekitar Rp150 ribu," ungkapnya.

Situasi ini telah mengakibatkan penurunan omzet bisnisnya, yang biasanya mencapai Rp10 juta per hari, kini hanya berkisar Rp6 juta per hari. Bahkan, dia pernah mengalami hari di mana tidak ada penjualan sama sekali.

Meskipun demikian, Kadek Oka tetap berharap bahwa tren simbar akan kembali booming seiring dengan pulangnya pecinta simbar dari bekerja di luar negeri.

 

"Ada kekhawatiran bahwa tren ini tidak akan kembali seperti sebelumnya, mengikuti nasib bonsai," tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #Simbar #redup #tanaman #Booming #Pecinta #penurunan #Platycerium