BALI EXPRESS- Anggota DPD terpilih Dapil Bali 2024-2029 Niluh Djelantik terus menyoroti kisruh yang terjadi pada penutup HUT Kota Singaraja.
Hal ini terjadi usai Sekaa Gong Legendaris di Buleleng batal tampil mebarung di atas panggung akibat terjadi miskomunikasi.
Baca Juga: VIRAL! Oknum Bule Free Style Motor, Niluh Djelantik Beri Solusi Ini Kepada Pemilik Rental
Niluh Djelantik menyebut bahwa pihaknya hanya menerima pemberitaan tentang klarifikasi dari perwakilan sekaa gong dan penari.
Pihaknya pun mempertanyakan klarifikasi dari pihak panitia yang membuat rundown acara tersebut.
“Dari kemarin berita klarifikasi yang Mbok terima adalah dari pihak perwakilan sekaa gong dan juga penari. Apakah pihak panitia yang bikin rundown sudah klarifikasi?” tulis Niluh Djelantik melalui akun media sosial Instagramnya dikutip pada Selasa (02/04).
Pihaknya pun menegaskan bahwa Festival di Buleleng harus mengutamankan kearifan lokal, menghormati tradisi dan budaya yang telah dijaga turun temurun oleh masyarakat penekun seni.
Baca Juga: Tradisi Bali Kuno yang Ditinggalkan: Hilangnya Balian Desa di Trunyan Lantaran Hal Ini
“Porsi waktu tampil mereka harus sama dengan band modern ibu kota,” jelasnya.
Pengusaha sepatu itu menyebut sesegera mungkin akan duduk bersama dengan pihak terkait dan berdiskusi untuk solusi terbaik agar kejadian sama tak terulang kembali.
“Kepala daerah, wakil rakyat, pejabat public ayo bersatu perjuangkan rakyat yang telah menempatkan kalian di ruang kekuasaan itu,” tulisnya.
Sementara itu, Pemkab Buleleng telah memohon maaf atas kisruh yang terjadi akibat Sekaa gong legendaris Eka Wakya Banjar Paketan dan sekaa gong legendaris Jaya Kusuma Desa Jagaraga yang mengundukan diri pada jadwal kedua untuk tampil pada panggung semarak buleleng berbangga.
“Komunikasi dan koordinasi sudah dilakukan para pihak dan hasilnya dapat diterima dan diselesaikan dengan kekeluargaan,” dikutip dari rilis yang diberikan.
Baca Juga: Uniknya Hirarki dan Tata Ritual di Desa Adat Trunyan, Ungkap Peradaban Zaman Bali Aga
Pemkab Buleleng juga meminta maaf kepada seluruh pihak baik pelaku kesenian tradisional atau musisi lokal dan nasional yang terkena imbas permasalahan yang terjadi pada saat penyelenggaraan HUT Kota Singaraja Ke- 420
Pemkab Buleleng berkomitmen semenjak kegiatan HUT Kota Singaraja tahun lalu untuk memberikan ruang kepada kesenian lokal Buleleng pada event yang digelar pemerintah agar lebih memotivasi untuk tampil dan dikenal oleh masyarakat umum.
“Khusus untuk kesenian lokal yang akan tampil mewakili Pemkab Buleleng dalam event PKB 2024, sesuai agenda yang telah disusun akan diberikan ruang kembali pada kegiatan PKB 2024 Den Bukit yang dirancang sebelum mengikuti PKB di Art Centre,” tulis pernyataan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana