Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rahasia Dibalik Kesucian Jaja Upakara: Lebih Berarti Dibanding Membeli, Alasan Harus Hindari Ngomongin Orang Saat Buat Jaja Suci

I Putu Suyatra • Selasa, 2 April 2024 | 23:16 WIB

 

Membuat Jaja Suci ternyata harus berdasarkan Tri Kaya Parisudha.
Membuat Jaja Suci ternyata harus berdasarkan Tri Kaya Parisudha.

BALI EXPRESS - Jaja suci merupakan bagian penting dalam setiap upakara keagamaan Hindu di Bali. Di balik kesederhanaannya, terdapat makna dan aturan penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya, yaitu pengendalian indria melalui Tri Kaya Parisudha.

Dalam setiap perayaan keagamaan Hindu di Bali, Jaja Suci memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan.

Meski telah menjadi kebiasaan bagi sebagian, masih banyak yang melupakan aturan paling mendasar dalam pembuatannya.

Baca Juga: Bunga Ratna bagi Umat Hindu di Bali: Mitologi, Simbol Keindahan, Kesucian, dan Penolak Bala

Pentingnya mengendalikan indria dalam konsep Tri Kaya Parisudha tidak boleh diabaikan, di mana larangan terhadap pikiran, perkataan, dan perbuatan buruk harus dipatuhi.

Dalam rangka menunaikan sembahyang kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, umat Hindu Bali umumnya menggunakan sarana upakara atau bebantenan.

Bagian tak terpisahkan dari bebantenan adalah sanganan atau jaja upakara.

Meskipun sebagian umat memilih untuk membeli jaja upakara, namun idealnya adalah jika setiap umat Hindu mampu membuatnya sendiri.

Hal ini tidak hanya menjadi simbol kepatuhan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut I Wayan Sugiarta dari Kementerian Agama Tabanan, pembuatan jaja suci mengacu pada prinsip Tri Kaya Parisudha, khususnya dalam mengendalikan indria.

"Dalam proses pembuatannya, pikiran, perkataan, dan perbuatan haruslah selaras dengan nilai-nilai kebersihan dan kepatuhan," ungkapnya.

Adonan jaja suci dibuat dari tepung beras yang kemudian dibentuk menjadi berbagai jenis jaja sesuai dengan tradisi.

Proses pembuatan ini tidak hanya sekadar teknis, tetapi juga mencerminkan kesucian dalam setiap langkahnya.

Kemahiran dalam membuat jaja suci tidak hanya berkaitan dengan ketrampilan teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran akan nilai-nilai spiritual.

Membuat jaja suci merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan, yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesucian dan niat yang tulus.

Keberhasilan dalam membuat jaja suci tidak hanya diukur dari aspek teknisnya, tetapi juga dari kesucian niat dan kesadaran akan nilai-nilai spiritual.

Dengan demikian, setiap langkah dalam pembuatan jaja suci menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Tri Kaya Parisudha dalam Pembuatan Jaja Suci

Mengapa Penting?

Jaja suci dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga kesucian dan keikhlasan dalam pembuatannya menjadi esensi utama.

Membuat Jaja Suci Sendiri: Lebih Berarti dan Mempererat Kekeluargaan

Baca Juga: Tujuan dan Manfaat Caru Panca Sata dalam Hindu Bali: Kitab Bhagawadgita dan Lontar Carcaning Caru Ungkap Seperti Ini

Membuat jaja suci bukan hanya tentang keahlian, tetapi juga tentang ketulusan dan dedikasi.

Dengan memahami makna dan aturan di baliknya, kita dapat mempersembahkan jaja suci yang lebih bermakna kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ***

Editor : I Putu Suyatra
#jaja suci #bali #hindu #tri kaya parisudha