BALI EXPRESS- Penyanyi Pop Bali Komang Budi Arsajana atau yang lebih akrab disapa Budi Arsa baru saja melaksanakan prosesi otonan kelahiran Sanan Empeg.
Hal ini terlihat dalam video yang dibagikan melalui akun media sosial Tiktok pribadinya @budi.arsa pada Jumat (05/04) kemarin.
Dalam video tersebut penyanyi Budi Arsa terlihat menjalani berbagai prosesi ritual otonan kelahiran Sanan Empeg.
Baca Juga: Jelang Hari Kartini, Tiga Srikandi Bicara tentang Perempuan: Begini Katanya
“Otonan Sanan Empeg. Sahabat Tiktok ada yang tau otonan sanan empeg itu apa?” tanya Budi Arsa pada keterangan videonya.
Menanggapi video tersebut, banyak warganet yang mengaku tidak tahu dengan istilah otonan Sanan Empeg.
Namun ada juga warganet yang menjawab pertanyaan tersebut karena pernah melakukan prosesi otonan Sanan Empeg.
“Kadi misi keto na? tumben nepuk otonan kene (kok isi gitu ya? Tumben lihat otonan begini),” tanya warganet.
“Otonan sanan empeg, kita diapit oleh saudara kandung yang meninggal misalnya saudara pertama meninggal dan kita no 2 masih hidup dan saudara no 3 meninggal, kalau tidak salah,” tulis warganet.
Tak ingin menambah penasaran warganet, Budi Arsa pun memberikan sedikit penjelasan terkait dengan prosesi otonan sanan empeg yang ia jalani.
Pihaknya menyebut bahwa otonan sanan empeg itu untuk seseorang yang diapit saudara yang meninggal, diapit kakak dan adik yang meninggal.
“Biasanya dilaksanakan bertepatan dengan otonan kelahiran,” jelas penyanyi “Perintis Boya Pewaris” itu.
Sementara itu, menurut Akademisi STAHN Mpu Kuturan Singaraja Putu Maria Ratih Anggraini Kelahiran pada anak yang telah ditinggal mati oleh kakak dan adiknya, atau sering disebut dengan kelahiran anak Sanan Empeg harus dibuatkan upacara otonan.
Di Bali, upacara ini wajib hukumnya menggunakan kain atau kamen tenun endek Sanan Empeg sebagai sarana yang utama.
Penggunaan kain tenun endek Sanan Empeg bagi anak yang lahir Sanan Empeg dipercayai oleh masyarakat Bali sebagai sarana penolak bala dan mengandung nilai magis.
Ia menambahkan, jika dilihat dari suku kata Sanan Empeg berasal dari dua kata. Yaitu Sanan yang berarti alat yang digunakan dan Empeg yang berarti hampir patah. Jika diartikan sebagai alat penyelamat agar tidak patah.
Sedangkan terkait kain tenun endek Sanan Empeg, Ratih menyebutkan bahwa kain ini pada umumnya bermotif tiga kotak-kotak yang tidak menyatu (patah-patah) yang dihasilkan oleh perajin tenun endek Sanan Empeg.