KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Setelah sebelumnya vakum selama hampir 5 tahun, Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Klungkung akhirnya mengukuhkan pengurus baru periode 2024-2029 di Ruangan Praja Mandala Kamis (2/5).
Disamping itu, sebelumnya selama dua tahun terakhir kepemimpinan di PHRI Klungkung juga kosong.
Pantauan di lapangan, dalam pengukuhan tersebut terpilih I Putu Darmaya secara aklamasi sebagai Ketua PHRI Klungkung periode 2024-2029.
Kemudian Sekreteris I Wayan Sukadana, dan Bendahara I Wayan Yadnya. Pengukuhan pun dihadiri oleh Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika.
Ketua Panitia dan Pejabat Sementara PHRI BPC Klungkung, I Komang Sutama menjelaskan bahwa sebelum pengukuhan pengurus pihaknya sudah menggelar Musyawarah Cabang pada 28
April 2024 bertempat di Monkey Bar, Dawan.
Dalam kesempatan itu hadir para pengurus yang sepakat membangun Kota Klungkung dari sektor pariwisata dalam hal ini hotel dan restoran sebagai sektor penunjangnya.
"Dan sesuai keputusan Muscab terpilih I Putu Darmaya secara aklamasi sebagai Ketua PHRI Klungkung," ungkapnya.
Adapun jumlah anggota PHRI Klungkung saat ini sebanyak 17 hotel dan restoran ditambah 5 hotel dan restoran sedang berproses untuk menjadi anggota.
"Kami sangat bersyukur Pak Pj Bupati dan Kadis Pariwisata mensupport kita untuk membangunan kota Klungkung dengan terbentuknya kembali pengurus BPC PHRI Klungung tentu terbentuk semangat dan spirit," tandasnya.
Ketua Terpilih I Putu Darmaya mengungkapkan bahwa atas pengukuhan dirinya sebagai Ketua PHRI Klungkung ia ingin bisa ikut berpartisipasi untuk membangun Klungkung.
"Kita berharap agar PHRI Klungkung punya degung. Melalui PHRI suara dari para pelaku pariwisata akan dihimpun. Kami-kami adalah pelaku pariwisata Nusa Penida, kami tidak mau jadi penonton di negeri sendiri, kami ingin menjadi pelaku dan pemain, harapan kita tidak menjadi penonton," tegas owner Caspla Bali tersebut.
Sementara itu, Ketua PHRI Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berpesan agar Nusa Penida sebagai wilayah di Kabupaten Klungkung yang saat ini pariwisatanya tengag berkembang agar dijaga dengan sebaik mungkin.
Apalagi Nusa Penida merupakan kawasan yang spiritualnya sangat kuat. "Jadi bagaimana menjaga nilai-nilai kesucian Nusa Penida itu sendiri, jangan hanya mengejar ekonomi saja. Jangan jual Nusa Penida dengan murah," tandas Cok Ace. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana