Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Korban Terseret Arus Pantai Legian Ditemukan tak Bernyawa, Diduga Langgar Bendera Merah

I Gede Paramasutha • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:26 WIB
TEWAS: Orlando ditemukan terdampar di bibir pantai oleh pemasang bendera pandu. Kejadian ini merupakan peringatan bagi yang melanggar bendera merah.
TEWAS: Orlando ditemukan terdampar di bibir pantai oleh pemasang bendera pandu. Kejadian ini merupakan peringatan bagi yang melanggar bendera merah.

BADUNG, BALI EXPRESS - Pencarian terhadap korban terseret arus di Pantai Legian, Kuta, Badung, bernama Orlando, 30, akhirnya membuahkan hasil, pada Selasa (7/5).

Pria asal Kecamatan Pangkur Batu, Kota Medan, Sumatera Utara tersebut didapati terdampar di bibir pantai sekitar pukul 07.00 WITA.

Sayangnya, pria tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Informasi yang Bali Express Jawa Pos Grup himpun, diduga korban tidak mengindahkan peringatan dari petugas Balawista soal jangan berenang melewati tanda bendera merah (tanda bahaya).

Namun korban tetap nekat berada di area tersebut (berbendera merah), hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam.

Kepastian soal penemuan korban disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi.

Menurut Sukadi, awal mula penemuan itu ketika saksi bernama Ketut Kumba, 22, memasang bendera pandu di pinggir Pantai Legian, sekitar pukul 07.00.

Beberapa saat kemudian, dia melihat korban tergeletak di bibir pantai.

 "Terlihat korban sudah dalam keadaan berwarna biru," ujar Sukadi.

Saksi langsung berpikir bahwa sosok yang terdampar ini adalah korban terseret arus pada Minggu (5/5). Berikutnya, Kumba menghubungi Basarnas Bali dan Polairud Kuta.

Informasi itu juga diteruskan ke keluarga korban untuk memastikan bahwa itu memang Orlando.

"Pihak keluarga memastikan bahwa sosok yang terdampar adalah korban yang tenggelam dua haru sebelumnya," tambahnya.

Setelah dipastikan benar, pihak keluarga menggunakan ambulance sendiri untuk membawa jenazah Orlando ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua pria asal Medan Sumatera Utara bernama Orlando dan Parnabolon datang ke Pantai Legian dengan Elfrianti, 30, pukul 14.30 WITA.

Sekitar pukul 16.30 WITA, Orlando mengajak Parnabolon untuk berenang.

Sementara, Elfrianti yang merupakan istri Parnabolong memilih menunggu di bibir pantai karena takut berenang.

Setelah beberapa saat berenang, kedua pria itu melambaikan tangan dari tengah laut, diduga karena terserat arus.

Melihat hal itu, petugas Balawista langsung memberikan pertolongan menggunakan selancar.

Namun sayang, petugas Balawista hanya bisa menyelamatkan Parnabolon. Sedangkan Orlando sudah tidak terlihat.  (*)

Editor : Nyoman Suarna
#terseret arus #korban #bendera merah #pantai legian #tak bernyawa