Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amankan World Water Forum, Situasi Bali Dipantau 1.700 CCTV Melalui Command Center Polda Bali

I Gede Paramasutha • Kamis, 9 Mei 2024 | 16:04 WIB
Kabaharkam Polri Komjenpol Fadil Imran mengecek berbagai kesiapan pengamanan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.
Kabaharkam Polri Komjenpol Fadil Imran mengecek berbagai kesiapan pengamanan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Polda Bali sebentar lagi akan dihadapkan dengan pengamanan event besar KTT World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Berbagai aspek penting sudah disiapkan dengan matang oleh Polda Bali demi keamanan WWF, salah satunya fasilitas Command Center (CC).

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan, Polda Bali memiliki dua CC, yaitu di ITDC Nusa Dua dan di Mako Polda yang dilengkapi peralatan canggih, disertai para operator ahli dan terlatih.

"CC memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan dan pengamanan, serta memiliki berbagai fitur canggih dalam pengendali operasi kepolisian," ujarnya, Rabu, 8 Mei 2024.

CC ini terhubung dengan aplikasi informasi vital seperti informasi cuaca dan bencana alam, pemantauan arus lalu lintas, alat penghitung kendaraan yang melintas dan pendeteksi kerumunan orang, serta deteksi plat nomor kendaraan yang terintegrasi langsung dengan database Koorlantas Polri.

Selain itu, terdapat alat deteksi indentifikasi wajah yang terintegrasi langsung dengan database Dukcapil dan Pusinafis Bareskrim Polri.

Sehingga memudahkan memantau Red Notice baik WNA maupun WNI, teroris dan residivis, termasuk monitoring GPS Ranmor Patroli dan Pengawalan, serta monitoring drone di lokasi pelaksanaan WWF nanti.

Menariknya lagi, dua CC yang saling terintergrasi tersebut memiliki lebih dari 1.700 titik CCTV. Semuanya terpasang di berbagai lokasi strategis.

Mulai dari pintu-pintu masuk Pulau Dewata seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Celukan Bawang. 

Kemudian, terdapat pula pada kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur, Ubud, Jatiluwih, Kintamani, Bedugul dan lainnya.

CCTV juga terpasang di terminal-terminal antar-provinsi, jalan-jalan protokol, kawasan kota, termasuk tempat-tempat umum lainnya.

Tentunya lokasi yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas lainnya juga terpasang kamera pengawas tersebut.

Seluruh CCTV memiliki koneksi langsung ke layar-layar monitor di ruang CC Polda Bali.

"Melalui koneksi, serta fitur modern yang canggih inilah yang akan dimanfaatkan para operator dan pimpinan pengendali operasi untuk melakukan pengawasan dan mengendalikan keamanan dalam dinamika operasi di lapangan," tambah mantan Kapolresta Denpasar itu.

Kabaharkam Polri Komjenpol Fadil Imran didampingi Kapolda Bali Irjenpol Ida Bagus Kade Putra Narendra sudah mengecek langsung kesiapan pengawasan dan pengamanan pada CC Polda Bali di ITDC.

Selain itu, mereka memeriksa juga lokasi-lokasi (venue) yang diagendakan akan di kunjungi oleh peserta WWF seperti GWK, Kura-Kura Bali (KKB) Bali Turtle Island Development (BTID), Tahura Mangove Ngurah Rai.

Lokasi lain yang diperiksa adalah Kuta Tsunami Shelter, Water Museum Subak Tabanan, Jatiluwih UNESCO World Heritage Site Tabanan, Pura Danau Beratan Bedugul Tabanan, Danau Batur dan Cultural Village Ubud di Gianyar.

Seluruh rangkaian pengamanan ini merupakan bagian dari operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ops Tribrata Agung 2024.

Operasi akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari 18 sampai 27 Mei 2024. Personel Polda Bali akan didukung penuh oleh personel BKO dari Mabes Polri, Polda Jatim dan Polda NTB berjumlah sekitar 5.791 orang.

Kekuatan tersebut bahkan belum termasuk TNI dan instansi terkait lainnya. Mereka akan disiagakan di beberapa klaster, yaitu Klaster Nusa Dua, Jimbaran, Kuta dan Sanur.

Pihaknya berharap kesiapan pengamanan tersebut mendapat sambutan positif dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat khususnya Bali.

"Apabila nanti dalam pelaksanaan WWF ada gangguan lalulintas seperti pengalihan arus ataupun kemacetan lalulintas, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, agar dimaklumi, selalu patuhi aturan lalulintas dan ikuti petunjuk-petunjuk petugas di lapangan. Mari kita dukung dan sukseskan KTT WWF 2024, yang tentunya akan berdampak sangat positif bagi sektor pariwisata Bali ke depan," tandasnya. 

Untuk diketahui, WWF memiliki 172 negara anggota dan memiliki fokus pada konservasi tiga bioma yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, samudra dan pantai.

WWF juga menangani masalah spesies yang terancam punah, polusi dan perubahan iklim.

Event ini akan dihadiri 33 kepala negara, serta sekitar 50 ribu orang peserta dari berbagai penjuru dunia. Sehingga, forum tersebut merupakan salah satu event terbesar di dunia. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #cctv #wwf #World Water Forum