TPA Mandung Disiram Tiap Sore: Jelang WWF di Bali, Jadi Penampungan Sampah dari Denpasar dan Badung
IGA Kusuma Yoni• Senin, 13 Mei 2024 | 05:07 WIB
Proses penyiraman di TPA Mandung Tabanan, Bali yang dilakukan setiap sore.
TABANAN, BALI EXPRESS - Meskipun akan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sementara oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Badung selama pelaksanaan World Water Forum (WWF) di Bali, pendinginan areal Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Mandung di Tabanan tetap dilakukan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menjelaskan bahwa proses pendinginan dilakukan dengan memastikan tandon air yang ada tidak membesar.
"Penyiraman dilakukan setiap sore untuk melembabkan kawasan TPA dan mencegah api membesar karena kandungan gas metan yang masih banyak," jelasnya.
Selain gas metan, Srinadha Giri menyebutkan bahwa pemicu kebakaran juga disebabkan oleh faktor cuaca yang panas dan angin kencang, sehingga berpotensi membuat bara api yang ada kembali menyala.
Hingga Minggu (12/5), aktivitas pembuangan sampah di TPA Mandung masih berjalan normal dengan volume sampah masuk yang juga normal.
"Status TPA normal dan sudah tidak ada api yang menyala. Saat ini yang kami lakukan hanya pemeliharaan dengan penyiraman setiap sore," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, TPA Mandung kembali mengalami kebakaran di sisi Utara pada Kamis malam (9/5).
Diduga kebakaran terjadi karena sisa api dari kebakaran pada Oktober 2023 masih tersisa.
Penanganan terhadap kebakaran tersebut telah dilakukan dan kondisi TPA saat ini aman.
Sehingga rencana menjadikan TPA Mandung sebagai tempat penampungan sampah sementara saat pergelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024 masih bisa dijalankan.
Sampah dari Denpasar akan mulai dikirim ke TPA Mandung mulai 17 Mei mendatang.
Namun, Pemkab Tabanan belum mengetahui secara pasti berapa ton sampah yang akan dikirimkan per hari. ***