JEMBRANA, BALI EXPRESS - Hingga saat ini, revitalisasi gedung baru Pasar Umum Negara (PUN) yang dimulai pada September 2023 masih berjalan dengan baik.
Progres pembanguna telah mencapai 71 persen.
Baca Juga: Gudang Pertanian di Jembrana Terbakar, Seekor Sapi Nyaris Terpanggang
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, seusai rapat dengan Satker Pelaksana Prasarana Permukiman Provinsi Bali, Bendesa dan Lurah Pendem, Camat Negara, perwakilan pedagang, serta OPD terkait, menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan selesai pada 17 Juli 2024.
"Mudah-mudahan target ini bisa kami penuhi. Kami mohon dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Buru Dua WN Ukraina DPO Pabrik Narkoba, Kemenkumham Bali Perketat Pengawasan WNA
Sejalan dengan perkembangan proyek PUN, terdapat beberapa penyesuaian sesuai permintaan warga, termasuk penambahan satu pintu masuk dan penurunan tinggi pagar di bagian utara dari 2,5 meter menjadi 1,5 meter.
"Permintaan warga ini diakomodir meskipun tidak 100 persen, tetapi sudah ada kesepakatan untuk menurunkan pagar agar lebih rendah," jelasnya.
Baca Juga: Roy Marten Dampingi Putrinya Melaporkan Dugaan Penipuan Sewa Vila di Denpasar ke Polda Bali
Tidak hanya itu, lanjut Wayan Sudiarta, hasil kunjungan Bupati Jembrana beberapa waktu lalu juga diakomodir untuk menciptakan kesan yang lebih terbuka dan menghadap ke sungai. Selain itu, ditambahkan loster dan kanopi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pedagang. Sedangkan keberadaan jalan di sisi sebelah utara dan timur yang berada di luar area pasar tidak dapat dilebarkan karena merupakan jalan lingkungan.
“Namun, jalan tersebut akan tetap dipelihara oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Sementara itu, infrastruktur dalam pasar menjadi tanggung jawab balai prasarana kemaritiman wilayah,” terangnya.
Menurut Sudiarta, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan proyek karena semua kesepakatan dengan warga dan pemerintah daerah sudah dicapai berdasarkan berita acara rapat.
"Kami berharap semuanya berjalan lancar sehingga pedagang bisa segera menggunakan PUN," pungkasnya saat melakukan supervisi ke lokasi pembangunan.
Baca Juga: Tingkatkan Skill Berkendara Komunitas Honda Lewat Safety Riding Refreshment
Bupati Jembrana I Nengah Tamba sebelumnya menyatakan harapannya agar Pasar Umum Negara nantinya menjadi titik nol dan pusat niaga serta ikon wisata. Hal ini akan berkaitan dengan sentra tenun, rumah coklat, sirkuit all-in-one, dan lainnya.
Pembangunan gedung baru PUN menelan anggaran sebesar Rp 143,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023-2024 (MYC) dengan jangka waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender.
Pemenang tender adalah PT. Adhi Persada Gedung, anak perusahaan PT. Adhi Karya. Dengan luas lahan Pasar Umum Negara sebesar 24.146 m² dan luas gedung 17.652 m², pasar ini terbagi menjadi dua gedung, yaitu Gedung A dan Gedung B, masing-masing dengan dua lantai. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana