Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sandiaga Uno Sebut Penamaan 'New Moscow' di Canggu Hal Wajar; Bisa Jadi Peluang untuk Bali

Wiwin Meliana • Jumat, 17 Mei 2024 | 17:57 WIB

Menparekraf RI Sandiaga Uno buka suara terkait nama New Moscow di peta wilayah Canggu Bali
Menparekraf RI Sandiaga Uno buka suara terkait nama New Moscow di peta wilayah Canggu Bali

BALI EXPRESS- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno buka suara terkait viralnya nama daerah ‘New Moscow’ di peta Wilayah Canggu Badung, Bali.

Menurut Sandiaga, penamaan suatu wilayah oleh Warga Negara Asing (WNA) yang hidup berkomunitas di suatu Kawasan adalah hal yang wajar.

Baca Juga: Tiga Pelaku Kematian Vina Masih Buron, Hotman Paris Curiga Ada Pengaruh Seseorang

Hal tersebut bahkan terjadi pada sering dijumpai di kota-kota besar di dunia seperti munculnya nama kawasan Little India, Little Tokyo, China Town dan K-Town.

"Ini merupakan fenomena yang selalu kita lihat di perkembangan suatu daerah maupun pengelolaan dari urban development, saya di Jakarta juga melihat ada K-town, Korea (Selatan) dan sebagainya," kata dia di Badung, Bali, pada Kamis (16/5/2024).

Bahkan Sandiaga Uno menyebut bahwa penamaan wilayah baru di Canggu itu bisa menjadi peluang bagi Bali.

Hal itu menunjukkan wisatawan asing beraktivitas dan berinvestasi di Pulau Dewata.

“Mereka berinvestasi dan berkegiatan di sini, kami ingin memastikan semua memberikan dampak ekonomi yang positif dan menjaga kepentingan nasional,” jelasnya.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, BRI Taipei Berikan Layanan Penyetoran PNBP Langsung ke Kas Negara

Sebelumnya, warganet di media sosial dihebohkan dengan munculnya nama tempat baru di sebuah peta Bali.

Terlihat dalam peta yang beredar di media sosial, kemunculan nama tempat baru itu bernama New Moscow yang berada di peta wilayah Canggu, Badung.

Penamaan tempat baru itu tertulis dalam Bahasa Rusia "New Москва" yang merujuk ke wilayah Kuta Utara, Canggu.

Salah satu akun yang membagikan informasi itu adalah akun Instagram @canggubalinews.

“Ini dimana,” tulis keterangan dalam akun tersebut dikutip pada Senin (13/05).

Meski kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan dan bisa jadi hanya sebuah candaan, namun hal tersebut memancing beragam komentar warganet.

Baca Juga: Kematian Vina Sempat Disebut Kecelakaan Tunggal, Hotman Paris Minta Kasus Ditarik ke Mabes Polri

Sebagian warganet meminta agar tidak membuat lelucon seperti itu untuk mempermalukan pulau Bali.

Namun sebagian besar warganet justru menyebut bahwa Bali saat ini memang perlu berhati-hati terhadap penjajahan bentuk baru.

Beredarnya peta wilayah baru bernama New Moscow di Bali itu dinilai sebagai sarkasme bahwa realitanya banyak tanah-tanah di Bali utamanya Canggu yang sudah dikuasai oleh orang-orang Rusia.

“Tolong jangan menormalisasi lelucon seperti ini. Ini tidak lucu bagi kami penduduk setempat. Kau mempermalukan pulaumu sendiri,” tulis akun @bondibalibaby.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Kembali Mencuat, Hotman Paris Desak Pejabat Temukan Pelaku Buron

“Ini sebenarnya tidak lucu, jika Bali tidak berhati-hati orang-orang ruzians akan mengambil alih seperti mereka mengambil alih negara lain,” tulis akun @liana_ukraina.

Sementara warganet juga menilai hal tersebut sebagai penjajahan bentuk baru dari negara Rusia.

“Penjajahan baru/neokolonialisme atas nama investor pariwisata. Praktek yang sedang terjadi di Bali, di mana investor asing memanfaatkan investasi pariwisata untuk menduduki wilayah dengan cara membeli tanah untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus bisnis,” tulis akun @countureculture.

“Bali telah dijajah Rusia,” tulis akun @dandipdn.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#canggu bali #New Moscow #sandiaga uno #peluang