BALIEXPRESS - Suasana duka kembali menyelimuti Bali. Kasus bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, kembali terjadi.
Kali ini, Ketut Sutama (23) dan adiknya, Putu S (4), menjadi korban bunuh diri. Sutama mengajak adiknya terjun bebas dari ketinggian jembatan tersebut pada Minggu, 26 Mei 2024.
Dua warga Banjar Dinas Rendentin, Desa Bontihing, Kubutambahan, Buleleng, itu tewas di dasar jembatan setinggi 71 meter tersebut.
Kejadian ini menambah deretan kasus serupa yang terjadi di lokasi yang sama.
Dalam catatan Baliexpress.id, setidaknya ada dua kasus bunuh diri yang menonjol di Jembatan Tukad Bangkung.
Pertama, pada 27 Juli 2018 pada Pukul 18.00 Wita, Ni Luh Mayani, seorang petani cengkih, juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis di jembatan ini.
Ibu dua anak asal Banjar Dinas Pengubungan, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, itu melompat dari jembatan dan tewas.
Sebelum tewas, korban sering mengeluh sakit pada bagian kaki dan tangan. Juga badannya gatal. Di perut bagian kanan juga sempat timbul benjolan.
Kedua, pada 4 Desember 2021, seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) Kodam IX/Udayana, I Nyoman Trika Daryanta (22), ditemukan tewas bunuh diri di jematan tersebut.
Bujangan asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan itu dtemukan tewas gantung diri di sampingi jembatan.
Pemkab Badung sebetulnya pernah melakukan ritual atas insiden-insiden bunuh diri di sana.
Pada 10 Desember 2021, setelah anggota TNI gantung diri, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menggelar Karipubaya Genah Karang Panas terkait kejadian Ulahpati di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga Petang.
Jembatan Tukad Bangkung sendiri merupakan salah satu kebanggaan infrastruktur Bali.
Dibangun pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jembatan ini diresmikan pada April 2006, namun baru beroperasi dan dibuka untuk umum pada 19 Desember 2006.
Menghubungkan tiga kabupaten, Badung, Bangli, dan Buleleng, jembatan ini menjadi salah satu ikon Bali dengan panjang 360 meter dan pilar tertinggi mencapai 71,14 meter, sekaligus ditahbiskan sebagai jembatan tertinggi di Asean. ***
Editor : Y. Raharyo