BALI EXPRESS-Senator terpilih Arya Wedakarna menduga jika kelompok pemuda yang melakukan aksi pemukulan terhadap sejumlah pengunjung minimarket di Denpasar adalah anggota geng.
Bahkan melalui media sosial Instagramnya, pria yang akrab disapa AWK itu mengunggah beberapa potret diduga pelaku menggunakan baju dengan nama dan lambang dari sebuah geng.
Pada salah satu foto, terlihat salah satu diduga pelaku pemukulan di minimarket Denpasar menggunakan baju kaos berwarna hitam.
Pada bagian depan baju tertulis nama “Takiya” yang diduga merupakan nama sebuah geng di Denpasar.
Kemudian pada bagian belakang baju tersebut berisi gambar burung yang diduga sebagai lambang geng Takiya.
Baca Juga: Terbongkar! Ayah di Buleleng Bali yang Tega Cabuli Putri Kandungnya Ternyata Mantan Anggota Dewan
Bahkan AWK pun membagikan tangkapan layar sebuah akun Instagram yang diduga sebagai akun official dari geng tersebut.
Bernama @takiya.official, akun tersebut memiliki 249 follower dan 3 postingan.
Bahkan senator terpilih AWK juga mengunggah Instagram Story yang pernah dibuat oleh akun @takiya.official.
“Terlalu lama tidur hingga dikira pemain baru,” tulis akun tersebut dalam capture yang dibagikan AWK.
Dalam keterangan unggahannya, AWK menyebut bahwa jika terbukti geng Takiya yang melakukan penyerangan kepada pengunjung minimarket di Jalan Merdeka Renon Denpasar pada Sabtu (01/06) dini hari, maka pihaknya siap akan membubarkan.
“Jika terbukti, siap dibubarkan demi hukum,” tulis AWK dikutip pada Selasa (04/06).
Unggahan tersebut diungkap AWK sebagai bukti tambahan indikasi dugaan kelompok tertentu yang diduga menyerang mahasiswa di sebuah minimarket.
“Kasus sudah di visum dan dilaporkan ke Polsek Dentim. Kasus ini jadi atensi Senator DPD RI dan sudah bersurat ke Kapolri tentang penganiayaan mahasiswa Bali di CK Merdeka Denpasar,” jelasnya.
Sebelumnya, kasus pemukulan oleh sekelompok pemuda terhadap pengunjung minimarket menjadi perhatian Arya Wedakarna.
Pihaknya pun telah bertemu dengan korban pemukulan untuk mengetahui secara detail kronologinya.
Selain itu, pertemuan tersebut juga untuk mengetahui Langkah hukum yang akan diambil selanjutnya.
Pertemuan AWK dengan korban diunggah dalam postingan di Instagram @aryawedakarna pada Sabtu (01/06).
Dalam unggahannya melalui media sosial Instagran, AWK menyebut bahwa korban telah melakukan visum dan diperiksa di kantor Polsek Denpasar Timur.
Dari pertemuan tersebut, AWK menyebut bahwa korban yang merupakan mahasiswa bersama 3 orang lainnya menjadi korban pemukulan.
Korban pun membenarkan bahwa pelaku membawa senjata tajam dan sempat mengancam korban.
Baca Juga: Didatangi Pacalang, Pria yang Pukul Tetangga Kos di Denpasar Bali Ternyata Bawa Senjata
“Dari penjelasan korban, ada 4 anak (Sebagian mahasiswa) yang dianiaya dan diancam senjata,” jelas AWK.
Arya Wedakarna juga menyebut bahwa pemuda yang membuat rusuh adalah sekelompok organisasi atau genk yang identitasnya sudah dikantongi.
Pihaknya juga akan menyiapkan kuasa hukum agar proses hukum segera berjalan sehingga polisi segera menetapkan tersangka.
Editor : Wiwin Meliana