SINGARAJA, BALIEXPRESS - Niat hati mengadu nasib ke Eropa untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, Nyoman Yudara (35), meninggal dunia. Pria 35 tahun asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Tejakula, Buleleng, Bali, itu ditemukan tak bernyawa di Ceko.
Tersimpan kisah pilu seorang pahlawan keluarga bernama Nyoman Yudara yang menjadi pekerja migran di Ceko.
Menurut Kepala Dusun Kajanan, Desa Tejakula, Made Suartawan, Yudara berangkat ke Ceko pada tahun 2022 lalu.
Setelah Covid-19 agak mereda, Yudara mencoba peruntungan dengan bekerja di luar negeri. Dia bekerja di restoran di Ceko.
Sejak 2022, Yudara sudah berpindah dua kali atau tiga tempat kerja. Di resotran yang terakhir baru dia jalani 2 hari.
Sehari sebelum meninggal, yakni pada Selasa (4/6) lalu, Nyoman Yudara sempat berkomunikasi dengan salah satu keluarganya. Namun, sehari kemudian, istri dan ibunya tidak bisa berkomunikasi lagi.
Ternyata, pada malam hari, Rabu (5/6) keluarganya di Banjar Dinas Kajanan, Desa Tejakula, Buleleng menerima kabar dia meninggal dunia.
Yudara diketahui meninggal dunia pada tanggal 5 Juni 2024 sekitar jam 3 sore waktu Ceko, atau malam WITA.
Saat ini, jenazah almarhum Yudara berada di Kota Praha, ibu kota Republik Ceko.
Suartawan menjelaskan, kontrak kerja Yudara di restoran sudah berakhir 31 Mei 2024. Harusnya dia kembali ke Bali.
Akan tetapi, dia melanjutkan bekerja di restoran lain untuk menambah penghasilan.
"Seharusnya dia pulang. Teman-temannya semua sudah pulang. Tapi dia masih ingin kerja di sana," kata Suartawan, Jumat (7/6) sore.
Almarhum Yudara, kata Suartawan, merupakan tulang punggung keluarganya.
Yudara meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih balita, persisnya baru berusia 1 tahun dan seorang istri.
"Anaknya satu," katanya.
Perbekel Desa Tejakula, Dirasa menjelaskan, biaya yang sangat besar membuat upaya pemulangan jenazah terkendala.
Kesedihan keluarga semakin bertambah karena terkendala biaya pemulangan jenazah Yudara yang mencapai Rp 98 juta. Angka yang fantastis bagi keluarga sederhana ini.
"Saat ini sedang mencari bantuan dan solusi agar jenazahnya dapat dipulangkan ke Bali," kata dia.
Sejumlah warga juga berdonasi untuk pemulangan jenazah. Bahkan, ada yayasan yang membuka donasi. ***
Editor : Y. Raharyo