Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Daksina, Sarana Upacara Hindu di Bali yang Dipakai Rayakan Kelulusan Siswa dan Berujung Minta Maaf

I Made Mertawan • Selasa, 11 Juni 2024 | 15:17 WIB
Daksina merupakan sarana upacara umat Hindu Bali.
Daksina merupakan sarana upacara umat Hindu Bali.

BALIEXPRESS.ID- Ramai di media sosial soal penggunaan sarana upacara umat Hindu Bali berupa daksina tidak pada tempatnya.

Dalam video yang diunggah akun Facebook @Ary Ulangun, tampak salah satu siswa yang disebut-sebut di Bali memberikan daksina lengkap dengan dupa kepada siswa lain.

Daksina dalam video itu sebagai bentuk perayaan kelulusan. Akibatnya, aksi nyeleneh itu pun menuai sorotan.

Usai viral, siswa pemberi daksina dan lainnya membuat video permintaan maaf. Mereka juga membuat klarifikasi.

Video klarifikasi tersebut berlangsung di ruang kantor Camat Kuta Selatan, Kabupaten Badung yang dihadiri oleh sejumlah pihak terkait.

Terungkap pula bahwa siswa dalam video daksina itu siswa kelas XI salah satu SMK di Kabupaten Badung.

Apa sebenarnya daksina itu? Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group) tak sembarangan menggunakan daksina. Apalagi hanya sekadar untuk konten atau candaan.

Daksina berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti upah atau juga bisa diartikan sebagai arah selatan.

Daksina merupakan sebuah sarana upacara umat Hindu yang dibuat dari jejahitan slepan (daun kelapa) yang berbentuk silinder dengan isian di dalamnya.

Daksina merupakan lambang Hyang Guru (Dewa Siwa). Oleh karena itu digunakan sebagai saksi Dewata.

Di samping juga dijadikan sebagai simbol penghormatan dalam bentuk upacara dan harta benda  kepada pendeta atau pemimpin upacara.

Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja Ni Wayan Murniti menegaskan bahwa daksina memiliki peran yang
sangat vital dalam upacara yadnya umat Hindu di Bali.

Dalam mantram daksina disebutkan: Om, Bhetara Wisnu malingga malinggih haneng sesantun, ing hulun kayogyan, Bhetara Guru asung wara nugraha, asing pinuja dening ingsun purnajati dan pamarisuddha. Om, Dasa Dasi Daksina tattwa yajñanam suddha ya namah swaha.Om Siddhirastu tad astu ya namah swaha Om.

Dalam Bhagawad Gita, Bab XVII. Sloka 11 tersirat tentang daksina yaitu: Aphalakaokṣibhir yajoo vidhi-dṛṣtho ya ijyate, yaṣthavyam eveti manaa samadhaya sa sattvikaa” (Yajña menurut petunjuk kitab-kitab suci, yang dilakukan oleh orang tanpa mengharap pahala dan percaya sepenuhnya bahwa upacara ini sebagai tugas kewajiban, adalah sattvika). (*)

 


 

Editor : I Made Mertawan
#bali #daksina #hindu